Breaking News:

Berita Kediri

Dihantam Pandemi Covid-19, Ibu-ibu di Kediri Dilatih Agar Bisa Mendapatkan Penghasilan Sendiri

Tujuan dalam kegiatan ini memberdayakan para ibu-ibu yang mengalami bangkrut karena dihantam gelombang pandemi Covid-19.

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Farid Mukarrom
Pelatihan membuat keripik bayam oleh ibu-ibu di Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jumat (18/6/2021). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Puluhan ibu-ibu mengikuti pelatihan membuat keripik bayam dan ayam krispi di Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri pada Jumat (18/6/2021).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Kediri.

Acara pelatihan ini juga mendatangkan ahli masak atau chef Sandi Santriawan dari PT Wilmar.

Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, acara dilakukan dengan terbatas dan menerapkan protokol kesehatan.

Tujuan dalam kegiatan ini memberdayakan para ibu-ibu yang mengalami bangkrut karena dihantam gelombang pandemi Covid-19.

Selain itu, kegiatan ini ini juga bertujuan untuk menambah produksi keripik bayam dan ayam krispi di sektor UMKM.

Nanik Mahmudah, selaku Koordinator UMKM Joyoboyo Kabupaten Kediri mengatakan, bahwa ada puluhan orang yang mengikuti pelatihan tersebut.

"Semuanya yang ikut ini rata-rata para ibu yang tak punya penghasilan. Akhirnya saya ajak mereka untuk dilatih cara buat kripik," ungkapnya Jumat (18/6/2021)

Selain itu, alasan memilih keripik bayam karena jumlah bayam di Kabupaten Kediri masih banyak dan dan minim mendapatkan pengolahan.

"Kebetulan bayam kami itu banyak, seperti di Kecamatan Puncu, Ngancar dan Kepung. Jadi kami memanfaatkan bayam yang ada di sekitar untuk dijadikan olahan yang punya nilai tinggi," jelasnya.

Sementara itu, chef Sandi Santriawan mengaku senang bisa berbagi ilmu dengan puluhan ibu-ibu.

"Program ini sangat bagus untuk pemberdayaan ibu-ibu di sini. Apalagi banyak yang tak punya penghasilan. Dengan kegiatan pelatihan ini diharapkan ibu-ibu bisa mandiri dan bisa mengembangkan sendiri," tuturnya.

Menurut Sandi, antusias dari peserta sangat tinggi, sehingga ia merasa bangga dan senang bisa sedikit berbagi ilmu dengan para ibu-ibu di Kabupaten1 Kediri.

"Semoga ilmu yang saya sampaikan bisa bermanfaat. Apalagi sekarang ini masih dalam masa pandemi Covid-19, yang banyak masyarakat tak punya penghasilan," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved