Berita Kediri
Berkat Bantuan Pemkot Kediri, Cucu Tukang Becak Bersemangat Lanjutkan Kuliah
Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya Jurusan Manajemen Pendidikan ini sudah 3 tahun tinggal bersama kakek neneknya.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, KEDIRI - Bantuan pendidikan bagi mahasiswa yang diberikan Pemkot Kediri sangat membantu masyarakat yang ingin meneruskan kuliah di perguruan tinggi. Seperti dirasakan Nadia Putri Cantika (19), salah satu dari 123 penerima bantuan pendidikan, yang mengaku bahwa sulit kuliah daring saat pandemi Covid-19.
Masalahnya, laptop yang digunakan termasuk keluaran lama dan harus bergantian dengan saudaranya. “Laptopnya sering macet, jadi sulit dioperasikan,” ungkap Nadia saat ditemui di rumahnya, Jumat (18/6/2021).
Namun kini Nadia merasa lega karena lolos seleksi Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Kota Kediri. Cairnya dana beasiswa dari Pemkot Kediri akan dibelikan laptop untuk menunjang kuliahnya.
Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya Jurusan Manajemen Pendidikan ini sudah 3 tahun tinggal bersama kakek neneknya.
Kakeknya, Samsul Rifa’i (69), menjadi tulang punggung keluarga meski hanya berprofesi sebagai tukang becak di Jalan Brawijaya Kota Kediri. “Pemasukan harian tidak menentu, terutama saat pandemi seperti ini,” ungkapnya.
Selama pandemi, Nadia juga sesekali bekerja membantu usaha katering. Info beasiswa yang dibuka bulan April didapat Nadia dari temannya. Saat pendaftaran ia menulis kebutuhan pembelian laptop dan printer.
Ratnawati (65), nenek Nadia sangat bersyukur Pemkot Kediri memberikan beasiswa untuk membantu kuliah cucunya. “Kemarin itu yang penting berusaha dulu, kalau diterima Alhamdulillah. Kalau tidak nggih yang penting sudah mencoba,” ujarnya.
Doa selalu dicurahkan Ratnawati untuk Nadia, agar diberi ijabah segala kebutuhannya, selalu menjadi anak sholehah. Di tahun ke-6 program bantuan pendidikan ini berlangsung, Pemkot Kediri telah memberikan bantuan kepada 2.479 mahasiswa.
Wali Kota kediri, Abdullah Abu Bakar berharap bantuan pendidikan sebesar Rp 5 juta per tahun jadi pelecut semangat mahasiswa Kota Kediri melanjutkan kuliah dan meningkatkan potensi serta prestasinya.
"Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu adik-adik untuk melanjutkan kuliah. Pemberian bantuan ini juga harus didukung dengan IPK minimal 3,0," jelas Abu Bakar.
Wali kota meminta penerima bantuan bisa mempertahankan prestasi, karena selain untuk persyaratan, dengan nilai IPK yang tinggi biasanya juga sangat berpengaruh ketika masuk dunia kerja. "Untuk bekerja biasanya IPK-nya minimal 2,75. Tetapi adik-adik IPK-nya harus di atas itu agar ke depannya mudah mencari kerja," ujarnya.
Nadia memiliki harapan, kelak ia menjadi sosok penting yang mampu mengoptimalkan dunia pendidikan. “Ingin jadi kepala sekolah, mengoptimalkan pendidikan secara merata,” jelasnya. ***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bantuan-pendidikan-untuk-warga-kediri.jpg)