Breaking News:

Berita Surabaya

Begini Upaya Terminal Teluk Lamong Dalam Memberantas Pungli

Maraknya isu pungutan liar (Pungli) di pelabuhan direspon cepat oleh PT Terminal Teluk Lamong.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Febrianto Ramadani
Banner Layanan Pengaduan Pungli yang disediakan oleh PT Terminal Teluk Lamong. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Maraknya isu pungutan liar (Pungli) di pelabuhan direspon cepat oleh PT Terminal Teluk Lamong. Berbagai upaya menekan praktik pungli di area operasional sebagai pelabuhan yang berbasis sistem informasi.

Selain dapat mempermudah dan mempercepat layanan jasa kepelabuhanan, PT terminal Teluk Lamong meyakini, penggunaan sistem informasi pada layanan operasional dapat menekan terjadinya praktik pungli.

Direktur utama PT Terminal Teluk Lamong, Faruq Hidayat menjelaskan, penggunaan sistem informasi telah dilakukan sejak dari proses petikemas, masuk ke terminal hingga dimuat ke atas kapal.

Setiap petikemas yang akan masuk, sudah didaftarkan terlebih dahulu oleh perusahaan pelayaran untuk mendapatkan E-CEIR (Electronic Container Equipment Interchange Receipt).

"Selanjutnya pengemudi menuju gate, menempelkan QR code yang terdapat pada E-CEIR. Jika sesuai maka pengemudi akan menerima tanda bukti yang menunjukkan lokasi penumpukan petikemas. Disisi lain operator alat bongkar muat diwaktu yang bersamaan menerima perintah melalui Vehicle Mounted Terminal atau VMT) untuk memindahkan petikemas ke lapangan," ujarnya, Jumat (18/6/2021).

Faruq menambahkan, di lapangan sangat minim interaksi dengan orang, karena semua telah dikendalikan oleh sistem. Jadi praktik pungli tidak bisa lagi dilakukan.

Faruq juga menyatakan, akan menindak tegas apabila terjadi praktik pungli di terminal.

"Selain hal tersebut, di setiap area operasional terminal telah dilengkapi dengan CCTV, sehingga setiap aktivitas petugas dapat terpantau dengan jelas," tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPC Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Surabaya, Putra Lingga menyebutkan, penggunaan sistem informasi di Terminal Teluk Lamong selain memudahkan para anggotanya untuk melakukan pengiriman maupun pengambilan petikemas, juga meminimalkan adanya transaksi di luar sistem.

“Semua sudah tercatat, tidak ada setoran dalam bentuk apapun, apalagi pungutan untuk dilayani terlebih dahulu.Selama tercatat di dalam sistem maka akan dilayani oleh terminal, jadi tidak ada pungutan liar,” pungkasnya

Sederet aksi yang telah dilakukan PT Terminal Teluk Lamong untuk menekan praktik pungli. Seperti sosialisasi kepada seluruh stakeholder dan menggalakkan promosi melalui seluruh media komunikasi yang dimiliki perusahaan.

PT Terminal Teluk Lamong bersama dengan Polri dan stakeholder keamanan pelabuhan lainnya, berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan terhadap aksi premanisme dan pungli yang mungkin terjadi dalam area operasinal terminal.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved