Breaking News:

Berita Pasuruan

Uang Hasil Pungli Ponpes Diselamatkan, Kejari Pasuruan Kota Masih Lacak Sisa Bantuan Madin

Dengan tambahan Rp 20 juta itu, berarti semua kerugian negara yang didapatkan dari hasil pemotongan, berhasil diselamatkan.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Deddy Humana
surya/galih lintartika
Lima tersangka kasus dugaan pemotongan BOP untuk Madin dan Ponpes dari Kementrian Agama dibawa penyidik Kejari Kota Pasuruan ke tahanan. 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan kembali berhasil mengamankan uang negara dari hasil dugaan pemotongan BOP (bantuan operasional) untuk madrasah diniyah (Madin) dan pondok pesantren (Ponpes) di Kota Pasuruan.

Korps Adhyaksa memang hanya mengamankan uang Rp 20 juta dari kasus pemotongan BOP ponpes. Tetapi itu adalah tambahan uang hasil pungli senilai Rp 110 juta yang disunat dari bantuan Kementrian Agama.

Dengan tambahan Rp 20 juta itu, berarti semua kerugian negara yang didapatkan dari hasil pemotongan, berhasil diselamatkan.

Sekadar informasi, sebelumnya penyidik menyita Rp 90 juta dari tersangka SK, AS dan AW. Setelah itu, minggu ini penyidik menyita lagi uang Rp 20 juta dari ketiga tersangka tersebut.

"Total sudah Rp 110 juta uang negara yang berhasil kami selamatkan," kata Wahyu Susanto, Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan, Kamis (17/6/2021) sore.

Wahyu mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara ketiga tersangka itu mengumpulkan uang hasil pemotongan BOP sebesar Rp 110 juta. Itu didapatkan dari 11 ponpes yang mendapatkan bantuan.

"Masing-masing ponpes dipotong Rp 10 juta dari total bantuan Rp 25 juta yang didapatkan di Kota Pasuruan ," jelasnya.

Wahyu memaparkan bahwa uang Rp 20 juta iyu diserahkan oleh keluarga para tersangka. Tahapnya dua kali pembayaran. Pertama Rp 10 juta dan kedua Rp 10 juta.

Di sisi lain, Wahyu menyebut bahwa penyidik saat ini sedang menelusuri aliran dana yang didapatkan dari hasil pemotongan bantuan baik di madin atau di ponpes.

"Kami masih dalami. Termasuk kami menyita mobil kijang yang diduga kuat didapatkan atau dibeli dari hasil uang pemotongan bantuan," paparnya.

Sedangkan untuk madin, kata Wahyu, belum ada pengembalian. Dua tersangka berkilah dan selalu berbelit. Bahkan awalnya mereka tidak mengakui perbuatannya.

"Awalnya tidak mengakui, tapi lama-lama akhirnya mengakui pemotongan itu. Tetapi belum ada yang mengaku alirannya kemana, selain pembelian mobil kemarin," jelasnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved