Breaking News:

Berita Sidoarjo

Sektor Pertanian Masih Lemah, Pemkab Sidoarjo Gandeng Bulog dan Indomaret

Menurut Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor, rendahnya pendapatan pada sektor pertanian terjadi karena ada pergeseran fenomena para petani pemilik lahan.

Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Taufik
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor di sela acara Temu Kemitraan dengan Gapoktan petani padi dan tebu, Kamis (17/6/2021). 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada sektor pertanian di Kabupaten Sidoarjo masih rendah. Terbukti, tahun kemarin PDRB pada sektor ini hanya menyumbang 2,8 persen saja di Sidoarjo.

Menurut Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor, rendahnya pendapatan pada sektor pertanian terjadi karena ada pergeseran fenomena para petani pemilik lahan.

“Selain itu, panjangnya distribusi mata rantai antara petani dengan pasar juga menjadi aspek yang harus dicarikan solusinya,” kata Gus Muhdlor, panggilan Ahmad Muhdlor, Kamis (17/6/2021).

Untuk mengatasi persoalan itu, Gus Muhdlor berupaya melakukan kerja sama dengan Perum Bulog dengan menghadirkan para stakeholder. Termasuk Asosiasi Penggiling Gabah dan Beras, Gapoktan, Petani Milenial, perwakilan Pabrik Gula Candi dan Krembung serta PT Indomarco Prismatama atau Indomaret.

Pemkab Sidoarjo dan Bulog pun menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). Nota kerja sama itu ditandatangani oleh Bupati Sidoarjo, Ahmad Mudhlor dan Direktur Bisnis Perum Bulog, Febby Novita.

Kerja sama ini fokus utamanya dalam hal pengadaan dan pendistribusian beras. Dalam perjanjian itu, kerja sama akan berlangsung selama dua tahun ke depan.

"Targetnya jelas, mewujudkan ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan para petani dan menaikkan PDRB pada sektor pertanian," kata Gus Muhdlor.

Selain kerja sama dengan perum Bulog, Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Pangan dan Pertanian membuat komitmen kerja sama dengan Indomaret untuk membantu penjualan beras dan gula hasil dari produksi petani Sidoarjo.

Kerja sama juga melibatkan dua pabrik Gula. Yakni pabrik gula Candi dan Krembung. Termasuk juga melibatkan Asosiasi Penggiling Gabah dan Beras dengan Gapoktan.

"Upaya yang kami lakukan ini untuk memutus mata rantai distribusi. Mulai dari masa tanam sampai dengan distribusi hasil panen padi dan tebu. Ini terobosan bagus dari Dinas Pangan dan Pertanian sudah memfasilitasi para petani melalui kerja sama dengan Perum Bulog sebagai penyedia dan pendistribusi dan juga dengan Indomaret dan pabrik Gula untuk membantu marketnya," urai Gus Muhdlor.

Dengan kerja sama itu, diharapkan sektor pertanian bisa tumbuh positif. Di sisi lain, pihaknya juga mengajak masyarakat, utamanya kalangan petani, untuk lebih inovatif dalam mengelola lahan pertaniannya.

Ya, diketahui belakangan ini memang banyak petani lebih suka lahannya dibeli atau dilandas untuk pembangunan perumahan atau pabrik, ketimbang ditanami sendiri. Sehingga lahan pertanian pun terus berkurang di Sidoajro.

Di sisi lain, lanjut Gus Muhdlor, inovasi pada sektor pertanian selama ini masih dinilai kurang. Ia melihat Sidoarjo ini mestinya bisa menerapkan konsep urban farming.

Pertanian urban adalah praktik budidaya, pemrosesan, dan distribusi bahan pangan di atau sekitar kota. Pertanian urban juga bisa melibatkan peternakan, budidaya perairan, wanatani, dan hortikultura. Dalam arti luas, pertanian urban mendeskripsikan seluruh sistem produksi pangan yang terjadi di perkotaan.

"Sudah saatnya para petani kita harus berani menerapkan pertanian ala perkotaan atau urban farming. Hari ini, kami menggandeng Bulog untuk membantu petani Sidoarjo agar bisa meningkatkan hasil panen padi dan tebu saat panen raya nanti," urainya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved