Breaking News:

Berita Surabaya

Polisi Surabaya Bekuk Kurir Sabu Jaringan Lapas di Jatim, Ditemukan Sabu, Ganja, dan Obat Keras

Anggota Unit Idik II Satresnarkoba Polrestabes Surabaya membekuk Wahyu Ardiansyah (28) pengedar narkoba jaringan lembaga pemasyarakatan di Jawa Timur.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Parmin
surya.co.id/firman rachmanudin
Tersangka Wahyu Ardiansyah dan brang bukti narkotika diperlihatkan polisi di Mapolrestabes Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Anggota Unit Idik II Satresnarkoba Polrestabes Surabaya membekuk Wahyu Ardiansyah (28) warga Sidoajro di sekitar Jalan Mojosari, Mojokerto Jawa Timur.

Tersangka merupakan pengedar jaringan lembaga pemasyarakatan (LP) di Jawa Timur.

Dari tangan pria pengangguran itu, petugas menyita barang bukti sabu seberat 32,62 gram dan ganja seberat 2.694,7 gram, pil koplo 40.000 butir, dan 100 butir psikotropika jenis Alprazolam.

KasatresKoba Polrestabes Surabaya Kompol Daniel S Marunduri mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari hasil pengembangan tersangka jaringan lapas yang lebih dulu ditangkap.

Petugas kemudian mendapat informasi adanya peredaran gelap narkotika di daerah Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Kemudian anggota melakukan penyelidikan, profilling dan pembuntutan terhadap tersangka. 

"Anggota berhasil menangkap  tersngka ketika sedang asyik bermain HP," jelas Daniel, Kamis (18/6/2021).

Dari hasil penyidikan, Wahyu mengaku mendapat beberapa jenis narkotika itu secara ranjau.

Barang haram itu dikirim dari dalam lapas oleh seorang bandar berinisila ND.

"Tersangka dapat kiriman narkotika itu bermacam-macam. Kalau ganja ambil di Pasar Lawang, pil Aprazolam itu di Porong Sidoarjo, kemudian pil koplo itu di Krian," imbuh Daniel.

Setiap kali kirim, tersangka mengaku mendapat upah sebesar Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved