Breaking News:

Laris Manis Lelang Mobil Mewah Koruptor Asabri, Ferari F12 Berlinetta Rp 6 M & Mercedes Benz Rp 3 M

Rupanya, banyak peminat di lelang mobil mewah milik koruptor Asabri. Dari 16 unit mobil mewah, sudah laku sebanyak 12 unit. 

Editor: Iksan Fauzi
via Kompas.com
Ilustrasi Ferari F12 Berlinetta. Kejaksaan Agung melelang 12 mobil mewah milik tersangka koruptor Asabri. Ferari F12 Berlinetta dibanderol paling mahal, yakni sekitar Rp 6 miliar. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Rupanya, banyak peminat di lelang mobil mewah milik koruptor Asabri. Dari 16 unit mobil mewah, sudah laku sebanyak 12 unit. 

Lelang secara online mobil mewah milik koruptor PT Asabri tersebut dilakukan oleh Kejaksaan Agung pada 10 Juni 2021.

Mobil-mobil mewah itu merupakan barang bukti yang disita pihak Kejaksaan Agung dari tersangka korupsi di PT Asabri yang nilainya mencapai puluhan triliun.  

Dari 16 mobil mewah yang dilelang, di antaranya empat unit dibanderol hingga miliaran rupiah. Antara lain, Ferari F12 Berlinetta dibanderol Rp 6 miliar, Mercedes Benz dibanderol Rp 3 miliar, RollsRoyce Rp 2,75 miliar dan Land Rover Rp 1,43 miliar.

"Mobil laku, udah dilelang. Yang belum laku 4 unit. Yang sudah laku 12 unit," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI Febrie Adriansyah kepada wartawan di Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Kamis (17/6/2021).

Menurutnya, hal ini berbanding terbalik dengan lelang aset milik tersangka Asabri berupa puluhan unit bus. Meski telah dilelang sejak beberapa minggu lalu, belum ada satu pun yang telah terjual.

"Bus belum (laku). Nggak ada peminatnya mungkin untuk usaha," tukasnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung RI mulai melelang barang bukti atau aset sitaan berupa 16 kendaraan mewah milik tersangka korupsi PT Asabri (Persero) pada Kamis (10/6/2021).

Hal itu berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus dengan Nomor: Print-01/F.2/Fd.2/01/2021, Print-06/F.2/Fd.2/02/2021, Print-08/F.2/Fd.2/02/2021 dan Print-10/F.2/Fd.2/02/2021.

"Pelelangan atas benda sitaan/barang bukti dalam perkara tersebut sebagaimana Pasal 45 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana mengingat biaya penyimpanan dan pemeliharaan yang tinggi, melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta IV," kata Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer dalam keterangannya, Kamis (10/6/2021).

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved