Berita Tulungagung
270 Keluarga Terisolasi Karena Bencana Longsor di Kecamatan Sendang Tulungagung
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo bersama Forkopimda mengunjungi lokasi bencana longsor di Kecamatan Pagerwojo dan Kecamatan Sendang
Penulis: David Yohanes | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo bersama Forkopimda mengunjungi lokasi bencana longsor di Kecamatan Pagerwojo dan Kecamatan Sendang, Kamis (17/6/2021).
Menurut Bupati, banyak infrastruktur yang rusak dan mendesak segera diperbaiki.
Kerusakan tersebut antara lain jembatan putus, jalan tertutup material longsor, jaringan listrik terputus hingga saluran air PDAM.
“Kami minta untuk segera dipulihkan, terutama aliran listrik dan jalan-jalan yang tertutup,” terang Maryoto.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah Desa Nglurup, Kecamatan Sendang yang terisolasi.
Semua jalan akses ke desa ini terputus karena tumpukan material tanah dan batu.
Kondisi diperparah karena tiang-tiang listrik patah, hingga jaringan listrik putus.
“Ada sekitar 270 kepala keluarga yang terisolir. Karena itu kami minta PLN untuk segera memulihkan jaringan,” sambung Maryoto.
Pemkab Tulungagung juga akan mengirimkan alat berat untuk menyingkirkan material longsor.
Secara total, ada 4 titik longsor yang parah di Kecamatan Sendang dan 5 titik di Kecamatan Pagerwojo.
Sebenarnya wilayah Kabupaten Tulungagung sudah masuk musim kemarau.
Sudah dua bulan lebih tidak turun hujan di wilayah kaki Gunung Wilis Tulungagung.
Namun hujan deras turun semalaman pada Rabu (16/6/2021) sampai Kamis (17/6/2021) menjelang subuh.
Selain longsor di dua kecamatan ini, hujan deras di area pegunungan ini menyebabkan banjir kiriman di Kecamatan Karangrejo.
Saat ini pendataan masih dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama pemerintah desa terdampak.
Sekurangnya ada tujuh rumah di Desa Penjor, Kecamatan Pagerwojo yang rusak diterjang longsor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/longsor-di-tulungagung-1762021.jpg)