Breaking News:

Berita Mojokerto

Update Lonjakan Kasus Covid-19 di Sidomulyo Kota Mojokerto, Pemkot Lakukan Tracing, 50 Orang Positif

Banyak kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di lingkungan Sidomulyo, Kota Mojokerto. Bahkan, empat orang di antaranya meninggal dunia.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat meninjau dapur umum untuk bantuan warga terdampak Covid-19 di lingkungan Sidomulyo. 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Tim Satgas Covid-19 Kota Mojokerto terus berupaya melakukan tracing terhadap warga di lingkungan Sidomulyo Gang IV, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajuritkulon. Menyusul banyaknya kasus terkonfirmasi positif terpapar virus Corona, bahkan empat orang di antaranya meninggal dunia.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, pihaknya melakukan tracing sekaligus menganalisa kronologi terkait sejumlah warga Sidomulyo yang terpapar Covid-19.

Hasil tracing 96 warga Sidomulyo, 50 di antaranya dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan rapid antigen yang ditindaklanjuti dengan swab PCR.

"Kami masih menunggu perkembangan dari tim yang melakukan tracing, namun hingga saat ini seluruh warga Sidomulyo sebanyak 96 orang sudah dilakukan pemeriksaan swab PCR dan 50 di antaranya positif Covid-19," ungkapnya, Rabu (16/6/2021).

Ning Ita sapaan Wali Kota Mojokerto menuturkan, seluruh warga Sidomulyo yang dinyatakan positif Covid-19 versi rapid antigen dengan gejala ringan (OTG) kini diisolasi di Rusunawa Cinde dan dua orang gejala sedang hingga berat di ruang perawatan RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo.

"Warga yang positif Covid-19 sudah kami isolasi di RSUD Wahidin Sudiro Husodo bagi yang gejala sedang hingga berat dan sisanya di Rusunawa Cinde untuk gejala ringan atau OTG," jelasnya.

Pemerintah daerah, kini masih menunggu hasil kajian dari Tim Satgas sekaligus uji sampel dari salah satu warga Sidomulyo yang terpapar Covid-19 dengan pertimbangan CT value paling rendah untuk memastikan terkait dugaan virus Corona varian baru atau tidak.

"Kemungkinan ini adalah varian baru melihat kecepatan dalam penularannya karena dalam waktu singkat, Gang IV dan Gang IIII Sidomulyo ini begitu banyak orang yang tertular (Covid-19). Tapi, kita tetap masih menunggu hasil pemeriksaan sampel yang kita kirimkan ke Surabaya," bebernya.

Masih kata Ning Ita, langkah pemerintah daerah untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto secara menyeluruh dan khususnya di lingkungan Sidomulyo. Tentunya, penegakan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas.

"Saya imbau masyarakat taat Prokes sebisa mungkin menghindari kerumunan, Covid-19 ini belum berakhir dan vaksinasi terus dilakukan. Dari total kuota yang kami dapatkan, Juli ini masih tersisa 8.000, namun kami optimis pelayanan/pendaftaran vaksinasi online sehingga dapat mempercepat target dan herd immunity," terangnya.

Ning Ita menegaskan, bagi masyarakat yang memiliki gejala Covid-19 diminta agar berterus terang terkait kondisi kesehatan untuk mengikuti anjuran pemerintah menjalani isolasi, agar virus Corona tidak semakin meluas.

"Saya minta bagi yang memiliki gejala (Covid-19), tolong dengan sangat jangan menyembunyikan, jangan menutupi, karena berpotensi menyebar ke mana-mana. Tapi terbuka untuk mau mengikuti imbauan aturan, isolasi dan diobati, maka anda juga telah berkontribusi menyelamatkan orang lain," ucap Ning Ita.

Ditambahkannya, lonjakan kasus Covid-19 ini bukan termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB) sehingga langkah pemerintah daerah melalui Satgas Covid-19 kini memberlakukan penutupan akses (Lockdown) dan pembatasan aktivitas di lingkungan Sidomulyo Gang VI dan Gang IIII dengan status zona oranye.

"Karena ini di level RT, maka kami lakukan lockdown di lingkungan tersebut sampai kondisi kondusif dan tracing selesai. Harapan kami, semoga hasil tracing tidak bertambah lagi," pungkas Ning Ita.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved