Breaking News:

Berita Lamongan

Tidak Ada Tambahan Terkonfirmasi, Kasus Covid-19 di Sidodowo Lamongan Dipastikan Melandai

Meski telah melandai, pengetatan terhadap protokol kesehatandi Desa Sidodowo ini akan tetap dilakukan

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Hanif Mashuri
Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, dr Taufik Hidayat saat konferensi pers penanganan Covid-19 di Mapolres Lamongan bersama Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana dan Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono, Rabu (16/6/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Klaster hajatan di Desa Sidodowo, Kecamatan Modo, Lamongan, terus melandai. Bahkan dalam satu minggu terakhir, sudah tidak ada tambahan konfirmasi positif Covid-19 lagi.

Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, dr Taufik Hidayat memastikan, satu minggu terakhir klaster hajatan di Desa Sidodowo sudah tidak ada lagi tambahan yang terkonfirmasi positif dari hasil tes PCR.

Sejak kasus ini muncul, kata Taufik, warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil PCR ada sebanyak 5 warga yang meninggal, 15 warga menjalani isolasi di rumah sakit dan 12 warga dinyatakan sembuh.

"Alhamdulillah hasil tes PCR sudah tidak ada penambahan lagi. Saat ini tinggal menunggu proses kesembuhan warga," kata Taufik saat konferensi pers penanganan Covid-19 di Mapolres Lamongan bersama Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana dan Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono, Rabu (16/6/2021).

Untuk warga yang reaktif dari hasil tes swab antigen, tercatat 5 warga meninggal, 13 warga menjalani isolasi mandiri di rumah, tidak ada yang menjalani isolasi di rumah sakit dan 215 dinyatakan sembuh.

Warga Desa Sidodowo meninggal yang belum di tes antigen maupun PCR ada sebanyak 4 orang. Sementara, 3 rapid reaktif masih melaksanakan isolasi mandiri dan dalam perkembangannya mereka ini kondisinya sehat dan tinggal menunggu proses kesembuhan.

Secara keseluruhan, ungkap Taufik, kasus Covid-19 di Desa Sidodowo didapatkan 32 warga terkonfirmasi positif Covid-19 dan 233 reaktif dari rapid test antigen dari keseluruhan 798 sampel yang dites.

"Paling lambat 22 Juni 2021 sesuai dengan peraturan kementrian pasien dinyatakan sembuh atau selesai isolasi," ungkapnya.

Meski telah melandai, Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono menyebutkan, kalau pengetatan terhadap protokol kesehatan di desa ini akan tetap dilakukan.

Setelah 22 Juni, kata Sidik, perkembangan kasus di Desa Sidodowo ini akan tetap dipantau apakah PPKM Mikro di desa ini akan diperpanjang atau hanya akan diterapkan di tingkat dusun atau tingkat RT.

"Walaupun banyak yang sudah sembuh, tetapi penanganan tetap dilakukan sesuai prosedur. Setelah 22 Juni, PPKM Mikro akan dievaluasi apakah akan dilakukan ditingkat dusun atau tingkat RT," lanjutnya.

Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana menambahkan, Polres Lamongan bersama Kodim. 0812 Lamongan dan Pemkab Lamongan selalu bersinergi untuk menganggulangi Covid-19 di Lamongan, termasuk di kasus di Desa Sidodowo, Kecamatan Modo.

Miko juga menyebut, pihaknya juga telah bersepakat dengan Dandim dan Pemkab Lamongan akan mengevaluasi pelaksanaan lockdown yang dilakukan di Desa Sidodowo.

"Pemeriksaan kesehatan juga masih dan terus dilakukan di Desa Sidodowo," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved