Breaking News:

Berita Gresik

Jalur Laut Bakal Diperketat, Gresik Hindari Imbas Ledakan Kasus di Bangkalan

posisi Gresik yang berada di antara Lamongan, Surabaya dan Bangkalan, sehingga berpotensi mengalami kenaikan kasus jika lengah.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Deddy Humana
SURYA.co.id
Berita Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, atau akrab disapa Gus Yani 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Status Bangkalan yang masih darurat sejak ledakan kasus Covid-19 dua pekan terakhir, sudah diikuti terjadinya perubahan di Gresik menjadi oranye, termasuk Lamongan, Surabaya dan Sidoarjo. Pengetatan pun menjadi pilihan untuk menangkal transmisi Covid-19 akibat mobilitas orang, bahkan jalur laut pun bakal diawasi lebih ketat.

Imbauan itu disampaikan Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dalam rapat koordinasi Forkopimda di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik, Rabu (16/62021).

Rapat itu juga dihadiri Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto; Dandim 0817 Gresik, Letkol Inf Taufik Ismail; Kejari Gresik, Heru Winoto, dan Ketua DPRD Gresik, Much Abdul Qodir.

Dalam rapat itu disepakati langkah pengetatan mobilitas warga untuk melindungi masyarakat Kota Santri dari penambahan kasus Covid-19. Gus Yani - sapaan bupati - menunjuk kerawanan di akses perbatasan Gresik, termasuk akses di pesisir Gresik yang berdekatan dengan Bangkalan.

Gus Yani mengatakan, posisi Gresik yang berada di antara Lamongan, Surabaya dan Bangkalan, sehingga berpotensi mengalami kenaikan kasus jika lengah.

"Kita harus punya langkah, strategi. Para kepala desa di Pulau Mengare, Kecamatan Bungah harus berkoordinasi, perbatasan kita lihat. Dan antisiapsi warga Bangkalan yang berangkat naik perahu. Kemudian di wilayah pesisir di Kelurahan Lumpur, Kroman atau daerah pesisir punya potensi mobilitas tinggi dari Bangkalan juga Gresik," tuturnya, Rabu (16/6/2021).

Gus Yani meminta peran camat dan kepala desa agar lebih proaktif melihat kondisi masyarakat. Sudah ada warga di satu desa yang masuk klaster Bangkalan di Kecamatan Cerme.

"Kades memberikan satu edukasi tren naik, mobilitas juga harus dikurangi. Satukan langkah, peran aktif tiga pilar di kecamatan masing-masing terus berjalan, tidak boleh terlena apa yang disampaikan," terangnya.

Ia meminta perangkat desa menjadi pelopor pendamping penegakan protokol kesehatan. Menggunakan masker, mencuci tangan menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan dan melayani masyarakat.

Kabupaten Gresik masih berstatus zona oranye. Diapit Lamongan, Suarbaya dan Sidoarjo yang masuk dalam zona oranye. Sedangkan Bangkalan masuk zona merah.

"Ada jalur perlintasan menggunakan perahu dari Bangkalan ke Mengare Gresik. Kemudian Kroman juga menjadi perhatian," tambah Kepala Dinas Kesehatan Gresik, drg Saifudin Ghozali.

Dinkes mencatat, kecamatan yang berada di perbatasan juga menjadi perhatian. Jika biasanya hanya di perbatasan Surabaya, kini juga menyasar perbatasan Lamongan untuk mengantisipasi klaster baru.

Sebab di Gresik juga ada klaster Kudus. "Wilayah perbatasan di Kecamatan Panceng, Kebomas, Bungah, Dukun dan Diyorejo kami waspadai," tuturnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved