Breaking News:

Berita Gresik

Gara-gara Sering Rugi, Petani Padi di Balongpanggang Gresik Raup Untung Saat Tanam Buah Ini

Lantaran selalu merugi saat masa panen padi tiba, petani di Gresik banting stir. Mereka menanam buah melon dengan kualitas premium

Penulis: Willy Abraham | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Willy Abraham
Ifan Marta Warsana memperlihatkan buah melon yang menjadi komoditi andalan di Kecamatan Balongpanggang, Gresik, Rabu (16/6/2021). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Lantaran selalu merugi saat masa panen padi tiba, petani di Gresik banting stir. Mereka menanam buah melon dengan kualitas premium.

Hasilnya, dalam kurun waktu 65 hari, petani buah melon di Desa Karangsemanding, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, sudah merasakan keuntungan manis dari panen buah melon. Dalam kurun waktu dua bulan itu, mereka sudah bisa panen.

"Sekali panen menghasilkan buah melon premium sebanyak 1,5 ton," ucap salah seorang petani di Desa Karangsemanding, Ifan Marta Warsana, Rabu (16/6/2021).

Buah melon ini bentuknya lebih besar dan mendapat respon positif dari permintaan pasar. Sudah ada distributor yang siap membeli melon dari para petani di Balongpanggang ini.

Sebelumnya, lahan milik Ifan Marta Warsana merupakan area pertanian penghasil gabah. Tidak mudah bagi Ifan untuk beralih ke perkebunan buah melon berkualitas premium.

Lantaran harga gabah turun, ancaman gagal panen menghantui, dia bersama kepala desa setempat berusaha memikirkan produk apa yang bisa meningkatkan penghasilan warga.

"Koordinasi dengan berbagai pihak terkait kualitas tanah, tanaman apa yang cocok. Serta permintaan pasar, dipilihlah buah melon premium, bahkan sudah ada yang beli sebelum ditanam," ujarnya.

Lahan seluas 8.000 meter persegi pun ditanami melon di satu lahan terbuka dan dua lahan dalam bentuk green house. Dalam satu green house mengasilkan 1.000 lebih buah.

"Ada tiga jenis, melon import Inthanon, melon basket dan golden melon," ucapnya.

Buah melon yang ditanam memiliki berat 1,5 hingga 1,8 kilogram per buah. Rasa buah melon manis dan sudah dikontrak salah satu distributor buah ternama.

"Jadi kami sudah mendistribusikan buah dan dihargai Rp 20 ribu per kilogram," terangnya.

Ifan bersama kepala desa Karang Semanding berharap, agar warga desa tidak terlalu berantung akan produksi gabah. Melainkan bisa berinovasi dengan bertanam aneka tanaman holtikultura lainnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved