Breaking News:

Berita Tulungagung

Waswas Varian Baru Covid-19 di Madura Menyebar ke Tulungagung, 36 Reaktif Usai Latsar di Surabaya

Setelah 20 warga Tulungagung terkonfirmasi positif usai perjalanan dari Madura, kini sebanyak 36 CPNS dinyatakan reaktif

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
surya/david yohanes
Petugas kesehatan Tulungagung melakukan rapid tes pada CPNS sepulang Latsar, Selasa (15/6/2021). 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Kekhawatiran bahwa varian baru Covid-19 dari India yang diduga meledak di Bangkalan dan terbawa ke Surabaya dua pekan lalu, mulai membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung waspada.

Setelah 20 warga Tulungagung terkonfirmasi positif usai perjalanan dari Madura, kini sebanyak 36 CPNS dinyatakan reaktif setelah mengikuti rapid test antigen, Selasa (15/6/2021).

Ke-36 CPNS itu adalah bagian dari 166 CPNS yang baru mengikuti diklat prajabatan atau Latsa di Surabaya. Begitu kembali ke Tulungagung, mereka harus menjalani rapid test antigen di GOR Lembupeteng Tulungagung.Hasilnya ada 36 CPNS dan satu awak bus yang dinyatakan reaktif.

Proses pemeriksaan kesehatan sempat membuat para CPNS yang antre terlihat tegang. "Yang namanya tidak disebut, silakan pulang," seru petugas dinkes dari tenda khusus yang didirikan di GOR Lembupeteng Tulungagung. Sontak belasan CPNS mengucap syukur, bahkan ada yang menangis berpelukan.

Para CPNS yang reaktif menunggu jemputan ambulans, sementara yang lain lebih dulu dikirim ke tempat karantina di Rusunawa Mahasiswa UIN Tulungagung. Sebentar kemudian raungan sejumlah ambulans datang ke GOR Lembupeteng untuk menjemput para PNS yang dinyatakan reaktif.

Secara berkelompok mereka dievakuasi ke tempat karantina. "Hanya satu orang dirawat di RSUD dr Iskak karena hamil. Yang lain OTG," terang anggota Satgas Pengendali Operasional Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Dedi Eka Purnama.

Dedi mengungkapkan, ada 166 CPNS yang menjalani rapid test antigen. Selain itu ada enam awak bus yang mengantar peserta Latsar juga diperiksa. "Yang non-reaktif diminta untuk karantina mandiri di rumah. Setelah itu kita pantau kondisi mereka," ujar Dedi.

Para CPNS tersebut menjadi Latsar selama 18 hari di Graha Widya Surabaya. Mereka diwajibkan menjalani rapid test antigen untuk mengetahui kondisi kesehatannya.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Tulungagung, dr Kasil Rokhmat menyampaikan bahwa ada sebanyak 20 warga terkonfirmasi Covid-19, setelah melakukan perjalanan ke Madura. Mereka dipisahkan dari pasien lain, karena dikhawatirkan membawa varian baru Covid-19 dari India.

Menurut Kasil, pihaknya melakukan tracing (pelacakan) pada ratusan warga. Mereka adalah warga Tulungagung yang melakukan perjalanan ke Madura, atau warga Madura yang datang ke Tulungagung.

Hasilnya, ada sekitar 20 orang yang terkonfirmasi Covid-19. “Yang sakit dirawat di RSUD dr Iskak. Sementara yang sehat dikarantina di Rusunawa IAIN Tulungagung,” sambung Kasil.

Meski sama-sama tinggal di tempat karantina IAIN Tulungagung, pelaku perjalanan dari Madura tetap dipisahkan. Sebab menurut kabar, virus yang menjangkiti berbeda dengan yang menyebar di Tulungagung.

Karena itu kalau dicampur dengan pasien asli Tulungagung, dinkes khawatir akan muncul klaster baru. “Saat ini ada sekitar lima orang yang dirawat di RSUD dr Iskak. Sisanya dikarantina di Rusunawa IAIN,” ungkap Kasil. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved