Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Tiga Hari Lagi, Pusat Isolasi Pasien Covid-19 di BPWS Bangkalan Siap Digunakan

Gubernur Khofifah menegaskan, pusat isolasi dan karantina bagi pasien Covid-19 yang dibangun di kawasan kantor BPWS sisi Bangkalan akan siap

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat hadir di Silaturahmi Menkopolhukam dengan Alim Ulama dalam rangka penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan, Selasa (15/6/2021). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan, bahwa pusat isolasi dan karantina bagi pasien Covid-19 yang dibangun di kawasan kantor BPWS (Badan Pengembangan Wilayah Surabaya - Madura) sisi Bangkalan akan siap dimanfaatkan dalam tiga hari ini.

Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah saat hadir dalam acara Silaturahmi Menkopolhukam dengan Alim Ulama dalam rangka penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Selasa (15/6/2021).

Tempat isolasi dan karantina terpusat ini akan membantu mendekatkan layanan penanganan kuratif pada warga Bangkalan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Mohon doa, sekarang kami sedang menyiapkan ruang isolasi dan karantina terpusat di BPWS kaki Bangkalan. Kami sudah menyiapkan dalam koordinasi Danrem dan nanti karantinanya di situ. Jika ada yang antigennya positif dan swabbya juga positif akan langsung di isolasi di sana. Insya Allah tiga hari ini sudah siap," tegas Gubernur Khofifah.

Kemungkinan akan ada 100 bed untuk tahap awal pengoperasian tempat isolasi dan karantina di BPWS sisi Bangkalan ini. Namun kawasan tersebut, dikatakan Khofifah akan mampu dikembangkan hingga 400 bed.

Di sisi lain, Khofifah menyebutkan, bahwa di RS Darurat Lapangan Indrapura saat ini ada sekitar 300 pasien. Banyak mereka yang dari Bangkalan, termasuk dua di antaranya adalah pasien Covid-19 dengan varian baru yaitu varian delta B16172. Sedangkan satu pasien lagi dengan varian baru yang sama, tengah dirawat di RS Bojonegoro. Dikatakan Khofifah, ketiganya dalam kondisi yang stabil.

"Terkait kemarin yang dinyatakan tertular varian India, tiga-tiganya hasil penyekatan di Surabaya, tiga-tiganya berasal dari Bangkalan. Dua dirawat di RS Darurat Lapangan Indrapura dan satunya di RS Bojonegoro karena warga tersebut ber-KTP Bojonegoro tapi berangkatnya dari Bangkalan," tandasnya.

Menurut Khofifah, kasus varian baru tersebut patut diwaspadai karena mereka bukanlah tenaga migran yang pulang dari luar negeri. Melainkan mereka kemungkinnan tertular dalam transmisi lokal.

"Artinya sudah transmisi lokal. Transmisi lokal ini harus lebih waspada lagi, karena dia OTG, dan karena transformasi lokal, mobilitasnya bisa ke mana-mana. Maka saya mohon supaya ada kewaspadaan bersama," tambah Khofifah.

Selain itu, Khofifah juga menyampaikan terima kasihnya kepada Menkopolhukam Mahfud MD yang telah menginisiasi pertemuan dengan para tokoh ulama di Bangkalan Madura. Bahkan turut serta di antaranya juga ada Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar yang juga menjadi undangan di forum silaturahmi tersebut.

"Terima kasih Pak Menko, apalagi juga ada Ketua Umum MUI Kiai Miftahul Akhyar. Saya rasa resonansi beliau akan memberikan kekuatan yang luar biasa kepada kami semua supaya lebih bekerja yang komprehensif dan lebih gigih lagi," pungkas Khofifah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved