Breaking News:

Berita Pasuruan

Dari Korupsi TKB Bulusari, Kejari Bangil Selamatkan Uang Negara Rp 1,4 Miliar

Dalam kasus korupsi pemanfaatan TKD itu, kejari menetapkan dua terdakwa Yudono dan Bambang Nuryanto.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Deddy Humana
surya/galih lintartika
Kasi Pidsus Kejari Bangil Denny Saputra. 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangil, Kabupaten Pasuruan berhasil menyelamatkan uang negara Rp 1,4 miliar dari kasus korupsi pemanfaatan Tanah Kas Desa (TKD) Bulusari, Kecamatan Gempol. Uang tersebut adalah pengganti kerugian negara yang mencapai Rp 2,9 miliar lebih.

"Total kerugian negara dari kasus korupsi pemanfaatan TKD mencapai Rp 2,9 miliar. Dan yang berhasil dikembalikan mencapai Rp 1,4 Miliar," kata Kasi Pidsus Kejari Bangil, Denny Saputra, Selasa (15/6/2021).

Dalam kasus korupsi pemanfaatan TKD itu, kejari menetapkan dua terdakwa Yudono dan Bambang Nuryanto. Tetapi dalam perjalanannya, ternyata Bambang Nuryanto meninggal.

Denny mengatakan, salah satu keluarga dari dua terdakwa, yakni keluarga terdakwa Yudono dengan kesadaran sendiri telah mengembalikan kerugian negara Rp 1,4 miliar lebih ke negara. "Uang pengganti itu diserahkan oleh keluarga almarhum Yudono yang dibayar langsung dengan menggunakan kode e-Billing melalui bak BRI," ungkapnya.

Disampaikan Denny, karena uang pengganti sudah dibayar oleh pihak keluarga terdakwa, maka kasus pemanfaatan TKD Bulusari dianggap selesai.

Sedangkan untuk terdakwa Bambang Nuryanto, juga sama. Tetapi tidak ada aset yang bisa disita untuk mengganti kerugian negara. "Apa yang mau disita, karena alm Bambang tidak punya aset untuk kita sita. Rumahnya saja dijaminkan ke bank," tambahnya.

Menurut Denny, total kerugian ini berasal dari penghitungan kerugian negara yang dikeluarkan BPKP Provinsi Jatim di kasus pemanfaatan TKD desa setempat. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved