Breaking News:

Biodata Jaksa Pinangki dan Sepak Terjangnya hingga Hukuman Didiskon 6 Tahun, Tak Cuma Markus Joker

Berikut ini profil dan biodata Jaksa Pinangki Surna Malasari yang baru saja mendapat 'diskon' hukuman dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. 

Editor: Musahadah
Kolase foto Surya.co.id/Tribunnews
Hukuman Jaksa Pinangki didiskon hingga 6 tahun oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Sebelumnya Jaksa Pinangki dihukum 10 tahun, kini berkurang menjadi 4 tahun penjara. Berikut profil dan biodatanya. 

SURYA.CO.ID - Berikut ini profil dan biodata Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang baru saja mendapat 'diskon' hukuman dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta

Hukuman Jaksa Pinangki yang menjadi terdakwa perkara pengurusan Fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk terpidana korupsi bank Bali Djoko Tjandra didiskon hingga 6 tahun penjara. 

Sebelumnya, Pengadilan Tipikor Jakarta menghukum Pinangki 10 tahun penjara dan denda Rp 600 juta. 

Kini, Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta justru mengurangi hukuman lebih dari separuh, menjadi 4 tahun penjara dan denda Rp600 juta. 

Hal itu tertuang di dalam Putusan nomor 10/PID.SUS-TPK/2021/PT DKI yang diputuskan pada Selasa (8/6/2021).

Baca juga: Penghasilan Jaksa Pinangki Rp 18,9 Juta/Bulan, Setiap Bulan Bayar 7 Karyawan Rp 36,3 Juta

Terkait putusan ini, Komisi Yudisial (KY) langsung bereaksi.

KY membuka kemungkinan memeriksa majelis hakim pengadilan tinggi DKI Jakarta yang menangani perkara jaksa Pinangki Sirna Malasari.

"Sepanjang ada dugaan atau laporan pelanggaran perilaku hakim, bukan tidak mungkin akan diperiksa. Namun, sekali lagi, konteksnya dugaan pelanggaran perilaku dan bukan salah atau benarnya materi putusan," kata Juru Bicara Komisi Yudisial (KY), Miko Ginting kepada Tribun, Selasa(15/6/2021).

Terkait hukuman Pinangki yang berkurang banyak, kata Miko, dengan basis peraturan perundang-undangan saat ini, Komisi Yudisial tidak diberikan kewenangan untuk menilai benar atau tidaknya suatu putusan. 

Namun, Komisi Yudisial kata Miko berwenang apabila terdapat pelanggaran perilaku dari hakim, termasuk dalam memeriksa dan memutus suatu perkara.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved