Minggu, 19 April 2026

Berita Tulungagung

Warga Protes Alun-Alun Diduduki Rental Mainan Anak, Satpol PP Langsung Lakukan Pembersihan

Kabag Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Tulungagung, Yulius Rahma Isworo, mengaku alun-alun adalah ruang terbuka hijau (RTH).

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
surya/david yohanes
Aktivitas rental mainan anak di alun-alun Tulungagung. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Alun-alun Kabupaten Tulungagung mendadak sepi dari pedagang dan jasa rental mainan anak-anak, Senin (14/6/2021). Satpol PP mulai menertibkan keberadaan para pedagang dan jasa rental mainan anak, setelah banyak menerima aduan masyarakat.

Alun-alun sebelumnya menjadi tempat steril dari para pedagang, dan difungsikan sebagai taman dan tempat bermain anak. Namun beberapa waktu kemudian, kawasan itu mulai dikuasai para pedagang dan jasa rental mainan anak.

Keberadaan para pelaku usaha ilegal ini bahkan disebut sudah pada taraf meresahkan. “Begitu masuk alun-alun, anak saya sudah langsung disodori mainan. Kan sudah kurang ajar,” keluh seorang ibu rumah tangga bernama Neni.

Neni bahkan mengingatkan, ada Perda yang mengatur soal alun-alun. Secara tegas Perda melarang aktivitas pedagang di dalamnya. Namun nyatanya setiap sudut alun-alun dikuasai pedagang.

“Arena skate board malah dikuasai rental mobil-mobilan listrik sama mainan skuter. Anak-anak tidak bisa leluasa jalan-jalan, karena resiko ketabrak,” sambung Neni.

Keluhan serupa juga diunggah di media sosial.Mayoritas warga menghendaki alun-alun bersih dari para pedagang. Sebab peruntukkan awal alun-alun memang untuk taman dan tempat bermain anak.

Kabag Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Tulungagung, Yulius Rahma Isworo, mengaku alun-alun Tulungagung adalah ruang terbuka hijau (RTH). Tidak boleh ada aktivitas dagang maupun penyewaan mainan di lokasi ini.

Kecuali membawa mainan sendiri dan dimainkan di dalam alun-alun. “Kalau bawa mainan banyak kemudian dijual di alun-alun, jelas dilarang. Kami akui memang itu sering terjadi,” ujar Yulius.

Yulius juga mengakui, ada banyak aduan dari masyarakat tentang aktivitas para pedagang yang meresahkan. Karena itu pihaknya berjanji mulai akan membersihkan alun-alun.

Selain ini para pelaku sudah teridentifikasi dan tinggal memanggil mereka. “Orang-orangnya itu-itu saja. Kami akan panggil untuk diajak diskusi,” sambung Yulius.

Lebih jauh Yulis mengaku jika para pedagang itu bisa dijerat dengan Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Namun pihaknya belum melakukan itu, dengan petimbangan kemanusiaan.

Sebab mereka semua adalah warga asli Tulungagung, dan beralasan mencari nafkah. Karena itu Yulius akan berkoordinasi dengan dinas lain, untuk mencari solusi.

“Mungkin nanti ada solusi, mereka akan ditaruh di mana. Jangan sampai ketika kita lengah, mereka kembali berjualan di alun-alun,” pungkasnya. ***

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved