Breaking News:

Berita Mojokerto

Sebulan Raup Rp 12 Juta dari Memeras Sopir NIP Ngoro Mojokerto, Pelaku Juga Setor ke Karang Taruna

Dan Senin (14/6/2021), pelaku KB (33) yang ditahan di Polres Mojokerto malah 'bernyanyi' soal keterlibatan pihak lain.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Deddy Humana
surya/mohammad romadoni
Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Aleksander membeberkan uang barang bukti hasil premanisme dan pungli di NIP Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Senin (14/6/2021). 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Razia terhadap praktik premanisme yang tengah digencarkan polisi mengungkap praktik pungli terhadap sopir-sopir truk yang bongkat muat barang di kawasan Ngoro Industrial Park (NIP) Kabupaten Mojokerto.

Dan Senin (14/6/2021), pelaku berinisial KB (33) yang ditahan di Polres Mojokerto malah 'bernyanyi' soal keterlibatan pihak lain.

Menurut warga Dusun Sukorejo, Desa Lolawang Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto itu, dari hasil menarik iuran pada sopir-sopir di NIP itu ia bisa mengantongi Rp 12 juta per bulan. Modusnya, ia menggunakan karcis parkir dan kuitansi berlogo karang taruna setempat.

Dalam karcis itu tertera tarif Rp 5.000 sampai Rp 10.000 yang harus dibayarkan sopir truk yang masuk dan melakukan bongkar/ muat di kawasan industri NIP Kecamatan Ngoro. Anehnya, praktik tak terpuji sudah dilakukan KB dengan leluasa sejak 2013.

"Berdasarkan keterangan tersangka, ia sudah beraksi melakukan tindakan premanisme dan pungli selama delapan tahun. Ada 70 truk sampai 80 truk beraktivitas bongkar muat di NIP Ngoro yang menjadi target tindakan dan pungli. Sehingga dalam sehari saja nilainya sekitar Rp 700.000," ungkap Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Aleksander.

KB juga mencoba mencari alasan, dengan mencatut karang taruna. Ia mengaku setiap bulan juga rutin menyetor Rp 200.000 ke karang taruna. "Kami masih menyelidiki keterlibatan karang taruna, nantinya akan kami lakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan," jelasnya.

Terungkapnya aksi premanisme dan pungli itu berawal masuknya laporan ke Polres Mojokerto dari para sopir di kawasan NIP. Polisi menangkap tersangka sekaligus mengamankan barang bukti berupa 13 bendel karcis parkir, satu bendel kuitansi beserta uang tunai Rp 680.000.

Dony menduga ada keterlibatan pihak lain lantaran praktik premanisme dan pungli di kawasan berikat NIP Ngoro sudah berlangsung sejak 2013. Perbuatan tersangka dijerat Pasal 368 KUHP ancaman pidana penjara maksimal 9 tahun.

KB juga berdalih semua ia lakukan karena merupakan kesepakatan dari berbagai pihak termasuk pemilik barang di kawasan NIP. Namun ia enggan menyebut pemilik barang tersebut. "Kuitansi ini untuk penarikan karena kerjasama dengan karang taruna yang disepakati bersama pemilik barang," bebernya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved