Breaking News:

Berita Surabaya

Pelindo III Siap Menindak Praktik Pungli di Pelabuhan, Beri Nomor Pengaduan untuk Pelapor

berkomitmen bahwa pungli adalah sebuah tindakan tercela dan memiliki konsekuensi baik secara internal perusahaan maupun secara hukum.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Deddy Humana
Pelindo
Kegiatan bongkar muat di salah satu dermaga di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Operator Pelabuhan Tanjung Perak PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III menyebut tindakan pungutan liar (pungli) yang terjadi di kawasan pelabuhan bukan berarti dilakukan oleh insan Pelindo III Group.

Tindakan pungli yang hangat dibicarakan terjadi di Pelabuhan Tanjung Perak itu, diduga dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Hal tersebut disampaikan oleh VP Corporate Communication Pelindo III Suryo Khasabu, Senin (14/6/2021). "Banyak pihak yang bekerja dan berkepentingan di pelabuhan, sehingga tidak semua pekerja di pelabuhan adalah insan Pelindo III Group," kata Suryo, Senin (14/6/2021).

Seluruh insan Pelindo III Group baik terminal pelabuhan seperti Terminal Jamrud, Terminal Nilam, Terminal Kalimas dan lainnya sudah berkomitmen bahwa pungli adalah sebuah tindakan tercela dan memiliki konsekuensi baik secara internal perusahaan maupun secara hukum.

Komitmen itu juga dinyatakan oleh anak perusahaan seperti PT Terminal Petikemas Surabaya, PT Terminal Teluk Lamong, PT Berlian Jasa Terminal Indonesia dan yang lainnya. "Jika insan Pelindo III Group terbukti melakukan pungli maka akan diproses sesuai aturan perusahaan dan kami serahkan pada pihak yang berwajib," tegas Suryo.

Kalau mendapati terjadinya pungli, lanjut Suryo, masyarakat dapat melaporkan kepada Pelindo III. Tidak hanya terbatas pada wilayah Pelabuhan Tanjung Perak, namun seluruh wilayah kerja Pelindo III di tujuh provinsi di Indonesia.

Perseroan memiliki nomor pengaduan pelanggaran yang dapat diakses oleh masyarakat melalui nomor telepon 082336669999. Masyarakat dapat mengirimkan pesan maupun laporan secara telepon untuk melaporkan tindakan pelanggaran yang terjadi di lingkungan pelabuhan.

Identitas pelapor akan dirahasiakan, dan pelapor tidak akan ditindak sebagai pelaku pungli. “Kami mengimbau para pengguna jasa maupun masyarakat yang menemukan pelanggaran terhadap komitmen insan Pelindo III Group, untuk melaporkan kepada kami," ungkap Suryo.

Lebih lanjut, komitmen pemberantasan pungli bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola pelabuhan.
Namun seluruh pihak yang berkepentingan di area pelabuhan juga memiliki tanggungjawab yang sama untuk mewujudkan pelabuhan yang bebas dan bersih dari pungutan.

“Kami tidak dapat berjalan sendiri untuk mewujudkan pelabuhan yang bersih dari pungutan liar," lanjut Suryo.

Pihaknya butuh dukungan, baik regulator, operator, penegak hukum, maupun pengguna jasa. "Semua harus satu pemahaman bahwa pungli adalah satu tindakan yang harus dihilangkan,” tandas Suryo. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved