Breaking News:

Berita Pasuruan

Kopi Kapiten Hanya Branding, Kabupaten Pasuruan Seharusnya Miliki Varietas Kopi Sendiri

Untuk itulah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi, mendorong para petani berinovasi dan melakukan rekayasa genetika

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Deddy Humana
surya/galih lintartika
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi bersilaturahim dengan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Pasuruan, Senin (14/6/2021). 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Dengan banyaknya produksi kopi dan berbagai merek kopi, ternyata Kabupaten Pasuruan memiliki varietas kopi yang memiliki ciri khas dan citarasa sendiri. Seperti Kopi Kapiten yang sempat dilaunching sebagai produk asli, ternyata hanya menonjolkan branding dan bukan ciri khas olahan kopi asli daerah itu.

Untuk itulah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi, mendorong para petani berinovasi dan melakukan rekayasa genetika. Cara itu sebagai upaya menciptakan produk pertanian yang benar-benar khas Kabupaten Pasuruan.

Menurut Andri, Kabupaten Pasuruan memiliki berbagai produk unggulan pertanian yang berbeda dengan daerah lain, seperti mangga gadung Clonal 21. Ciri khas ini bisa dilakukan dengan rekayasa genetika dan pembudidayaan pada pertanian kopi.

"Kopi Kapiten adalah kopi khas Kabupaten Pasuruan. Tetapi selama ini hanya branding yang ditonjolkan, bukan pada ciri khas biji dan olahan kopi," kata AW, panggilan akrabnya, saat bersilaturahim dengan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Pasuruan, Senin (14/6/2021).

Rekayasa genetika dan pembudidayaan kopi itu, lanjut AW, dalam rangka menciptakan produk kopi pada 10-20 tahun mendatang yang benar-benar memiliki ciri khas Kabupaten Pasuruan. Ini berbeda dengan kopi Kapiten yang tumbuh di Kabupaten Pasuruan, tetapi jenis dan asal usul kopinya dari berbagai macam.

"Kami mendorong KTNA melakukan rekayasa genetika untuk kopi yang memiliki ciri khas Kabupaten Pasuruan. Bibitnya tidak sama, apalagi bibit kopi bantuan CSR perusahaan yang asal usulnya tidak tahu dari mana," tegas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan itu.

Pada tahap awal, identifikasi kopi juga perlu dilakukan, seperti jenis bibit, ditanam pada ketinggian berapa dan ditanam di kecamatan mana. Sehingga nantinya akan ditemukan ciri khusus kopi hasil pembudidayaan di Kabupaten Pasuruan.

"Saya yakin rekayasa genetika akan menghasilkan kopi yang melegenda, seperti kopi Gayo dan kopi Toraja. Kami akan memfasilitasi KTNA untuk belajar pembudidayaan di Pusat Penelitian Kopi dan Kakau di Jember," tegas AW. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved