Breaking News:

Berita Trenggalek

Dinsos Jatim: Terima Kasih Trenggalek Mengawali Pembebasan Pasung di Jawa Timur

Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mengapresiasi kesigapan Pemkab Trenggalek dalam membebaskan pasung Orang dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Alwi saat berada di Trenggalek, Senin (14/6/2021). 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur mengapresiasi kesigapan Pemkab Trenggalek dalam membebaskan pasung Orang dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).

Sebanyak 13 dari 16 ODGJ yang dipasung di Trenggalek, dilepaskan untuk diobati dan direhabilitasi pada Senin (14/6/2021).

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Alwi menyampaikan terima kasih kepada pemkab yang turut mendukung program Jatim Bebas Pasung.

“Di 2021 ini, Trenggalek mengawali pembebasan pasung dan saya sampaikan terima kasih kepada Bupati,” kata Alwi di sela pelepasan pasung di Kecamatan Karangan, Senin (14/6/2021).

Peran pemerintah daerah, ujar Alwi, riskan dalam rangka pembebasan pasung. Ia mengakui, Pemprov Jatim tak bisa berbuat banyak dalam membebaskan pasung tanpa peran pemerintah daerah setempat.

“Waktu kami mengadakan rapat beberapa waktu lalu, Kabupaten Trenggalek yang menyatakan telah siap (Membebaskan pasung secara massal). Kami mengakui, kami tidak bisa melangkah apapun kalau tidak bersinergi dengan pemerintah kabupaten maupun kota,” tambahnya.

Alwi mengatakan, jumlah kasus pasung di Jatim mencapai sekitar 350. Kasus itu terjadi merata di tiap kabupaten/kota. Jumlah rata-rata kasus pasung per kabupaten/kota sekitar 10 kasus.

Tak sedikit dari jumlah kasus itu merupakan re-pasung atau pemasungan ulang. Artinya, ODGJ itu sebelumnya pernah dibebaskan dari pasung. Namun, setelah menjalani pengobatan dan dipulangkan, mereka kembali dipasung oleh keluarganya.

Pemprov Jatim menargetkan, wilayahnya bakal bebas pasung pada 2023. Untuk itu, pihaknya akan mendorong kabupaten/kota lainnya untuk turut menuntaskan masalah tersebut bersama-sama.

Dukungan rehabilitasi dari Pemprov Jatim diharapkan dapat mengurangi risiko pasung ulang para ODGJ.

“Karena kerawanannya itu setelah mereka kembali ke keluarga. Kalau mereka tidak diterima, dikhawatirkan akan dipasung ulang. Jadi kami jalannya pelan tapi pasti. Ketika mereka kembali ke keluarga, dalam kondisi baik,” ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved