Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Dinsos Jatim Lepaskan 12 Kasus Pasung Trenggalek, Masih Ada 350 Kasus di Jatim yang Ditangani

Dinas Sosial Jawa Timur terus melakukan pembebasan kasus pasung di Jawa Timur. Masih ada 350 kasus pasung di Jawa Timur yang masih harus dibebaskan

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
Istimewa/Dinsos Jatim
Salah satu kasus pasung yang dilepaskan Kadinsos Jatim, Alwi dan Bupati Trenggalek, M Nur Arifin, Senin (14/6/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur terus melakukan pembebasan kasus pasung di Jawa Timur. Pasalnya ada sebanyak 350 kasus pasung di Jawa Timur yang masih harus dibebaskan dan direhabilitasi.

Hari Senin (14/6/2021) ini, Dinsos Jatim membebaskan sebanyak 12 kasus pasung di Kabupaten Trenggalek. Pembebasan pasung tersebut melibatkan juga RSJ Menur dan juga Pemkab Trenggalek.

"Hari ini, bersama Pemkab Trenggalek, kami bebaskan kasus pasung sebanyak 12 orang. Ini menjadi pelepasan pasung pertama di tahun 2021 ini. Pasung harus terus kami lepaskan sedikit demi sedikit, karena kami menargetkan Jatim bebas pasung," kata Alwi pada SURYA.CO.ID.

Lebih lanjut ia menyebutkan, pelepasan pasung di kabupaten kota dilakukan secara sinergis bergantung dari kesiapan masing-masing pemerintah daerah. Dan dari rakor terakhir yang paling siap adalah Kabupaten Trenggalek, sehingga dilakukan pelepasan pasung hari ini.

"Kasus pasung yang dilepaskan hari ini, permasalahannya bervariasi. Ada yang karena ekonomi, kemudian juga tekanan di keluarga dan sosial, macam-macam. Ada yang sudah dipasung 10 tahun dan ada juga yang 20 tahun lamanya," tegas Alwi.

Lebih lanjut Alwi menyebutkan, setelah dilepaskan pasungnya, mereka langsung dibawa ke RSJ Menur. Mereka akan diobati dan menjalani perawatan hingga sembuh. Lama waktu perawatannya bergantung dari kondisu kesehatan mental pasiennya.

"Setelah sembuh, mereka tidak langsung kita kembalikan ke keluarga. Tapi kita bawa dulu ke UPT, untuk menambahkan bekal keterampilan pada mereka, mengajarkan bergaul dan juga mengedukasi mereka untuk memiliki kemandirian, baru setelah itu kita kembalikan ke keluarga," tandas Alwi.

Dengan begitu harapannya, saat kembali ke keluarga, mereka sudah siap dan tidak lagi dikucilkan atau diterima oleh masyarakat. Sebab berdasarkan pengalaman Dinsos Jatim, saat kembali ke keluarga namun mereka tidak memiliki keahlian atau kesibukan, kemungkinan untuk kambuh akan lebih besar. Sehingga upaya memberikan skill menjadi penting bagi ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) yang telah direhabilitasi dari pemasungan.

Di sisi lain, Alwi menyebut, setelah pelepasan pasung di Trenggalek, Dinsos Jatim akan melakukan pelepasan pasung di kabupaten kota Probolinggo. Rakor lintas sektor dan berkoordinasi dengan para pendamping pasung terus dilakukan. Harapannya dalam waktu dekat akan segera dilakukan.

"Pelepasan pasung akan terus kita lakukan. Karena masih ada sekitar 350 an kasus pasung di Jatim. Sesuai dengan pesan ibu gubernur, kita akan terus membebaskan pasung, merawat mereka selayaknya manusia dan menyiapkan mereka hingga bisa diterima lingkungan," pungkas Alwi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved