Breaking News:

Berita Trenggalek

13 ODGJ Dilepas Pasung, Masih Tersisa Tiga Kasus Pasung di Kabupaten Trenggalek

Ketiga ODGJ itu tak turut dilepas dari pasung untuk direhabilitasi karena keluarga tak mengizinkan.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/aflahul abidin
Pelepasan pasung salah satu ODGJ di Kabupaten Trenggalek, Senin (14/6/2021). 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek dan Pemprov Jatim melepas pasung 13 Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Senin (14/6/2021).

Dengan demikian, ODGJ di Kabupaten Trenggalek yang masih terpasung menyisakan tiga orang.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Trenggalek Ratna Sulistyowati menjelaskan, tiga kasus pasung tersisa ada di Kecamatan Watulimo, Kampak, dan Tugu.

Ketiga ODGJ itu tak turut dilepas dari pasung untuk direhabilitasi karena keluarga tak mengizinkan.

Apalagi, ketiganya merupakan ODGJ re-pasung. Artinya, mereka sempat dilepas dari pasung, menjalani perawatan, dikembalikan ke keluarga, dan dipasung kembali.

“Dari 16 kasus pasung yang ada saat ini, yang murni pasung hanya 4. Yang 12 itu re-pasung,” kata Ratna, saat ikut mengevakuasi beberapa ODGJ dari pelepasan pasung.

Ratna menjelaskan, keluarga dan lingkungan punya peran besar terkait kasus re-pasung.

Baca juga: 26 Penghafal Al Quran Kota Kediri Mengikuti Seleksi Hafiz dan Hafizah

Biasanya, pemasungan kembali terjadi karena keluarga dan lingkungan tidak bisa menerima keberadaan mereka secara utuh.

“Padahal seharusnya, setelah mereka menjalani pengobatan, mereka tidak dikucilkan. Asal tetap diawasi. Misalnya dijauhkan dari benda-benda yang berbahaya,” ujarnya.

Faktor lain, yakni soal keteraturan meminum obat. Obat bagi ODGJ harus diminum rutin setiap hari.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved