Breaking News:

Berita Bojonegoro

Polres Upayakan Bojonegoro Menuju Zona Hijau Lewat Kampung Tangguh Semeru (KTS) dan PPKM

Laju penularan Covid-19 masih terus terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah pulau Jawa yang semakin meningkat dampak dari liburan panjang Idul Fitr

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id/M Sudarsono
Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia saat memimpin anev terkait penanganan Covid-19 di wilayah setempat 

SURYA.co.id, Bojonegoro - Laju penularan Covid-19 masih terus terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah pulau Jawa yang semakin meningkat dampak dari liburan panjang Idul Fitri 1442 H.

Polres Bojonegoro melaksanakan Analisa dan Evaluasi (Anev) terkait penanganan Covid-19 di wilayah setempat.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, anev secara berkala ini bermaksud agar semua mengetahui dampak yang ditimbulkan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), serta bagaimana upaya perkembangan penanganannya.

Jangan sampai upaya selama ini membagikan masker, melaksanakan imbuan, operasi Yustisi menjadi sia-sia akibat masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan (prokes).

Adanya peningkatan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 pasca libur panjang Idul Fitri, agar ditingkatkan kembali Kampung Tangguh Semeru (KTS), Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, dan sosialisasi yang dilakukan tiga pilar di desa.

"Jangan sampai sia-sia yang selama ini kita kerjakan, tingkatkan KTS dan PPKM, penyemprotan kembali disinfektan. Tak kalah penting lakukan prokes 5 M yaitu mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas," ujar Kapolres dihadapan PJU dan Polsek jajaran, Minggu (13/6/2021).

Kapolres menjelaskan, apabila ada masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19, agar langsung dilakukan test swab antigen kemudian segera melakukan karantina di Wana Tirta Dander untuk meminimalisir penyebaran virus corona. 

Pandia juga menekankan kepada seluruh Kapolsek jajaran, untuk selalu proaktif dan turun langsung ke desa-desa melihat perkembangan situasi pasca liburan panjang Idul Fitri.

Kapolsek harus tegas dalam pendisiplinan dan penertiban protokol kesehatan, lakukan kembali jam malam bagi pemilik usaha warung kopi dan Operasi Yustisi.

Hal ini sebagai upaya untuk menuju zona hijau, sehingga menggeliatkan kembali sektor perekonomian menuju Pemulihan Ekonomi Nasional harapan masyarakat.

"Jangan ragu-ragu apabila menemukan masyarakat positif Covid-19 langsung karantina di Dander yang sudah disediakan. Kita disini bicara pencegahan bukan pengobatan, karena pengobatan itu domain rumah sakit atau Dinas Kesehatan," pungkasnya.

Diketahui, berdasarkan data Dinas Kominfo Jatim per Sabtu (12/6/2021), saat ini Bojonegoro berada di zona kuning sebaran covid-19.

Angka kumulatif 2675 kasus, 2504 sembuh, 141 meninggal dan 30 positif dalam perawatan. (nok)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved