Breaking News:

Berita Sidoarjo

Penggabungan Desa Korban Lumpur Disebut Perlu Rekom Kementerian, Kelurahan Mindi Digabung Porong

Penggabungan desa dan kelurahan korban semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo masih butuh waktu panjang.

Penulis: M Taufik | Editor: Parmin
antara
Foto dari udara kondisi pusat semburan lumpur Lapindo, di Porong Sidoarjo, Rabu (19/3/2014). Akibat semburan lumpur ini sejumlah desa terendam yang kini diupayakan penggabungan. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Penggabungan desa dan kelurahan korban semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo masih butuh waktu panjang.

Selain Perda, juga butuh rekomendasi dari Kementerian Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT).

Pemkab Sidoarjo memang sedang menyiapkan raperda penggabungan Kelurahan terdampak Lumpur Sidoarjo. 

Yakni Kelurahan Mindi yang akan digabungkan dengan Kelurahan Porong, kemudian Kelurahan Siring dan Jatirejo yang bakal digabung dengan Kelurahan Gedang.

Di tiga kelurahan yang dimaksud, selama terbilang sangat sedikit penduduknya, bahkan nyaris tidak ada.

Karena kawasan itu sudah terendam lumpur, sehingga penghuninya pindah ke wilayah lain, beberapa tahun belakangan.

Selain itu, juga ada sejumlah desa yang tenggelam tertimbun lumpur, termasuk pemukiman penduduk di empat desa.

Yakni Ketapang, Renokenongo, Kedungbendo, dan Besuki.

Di samping itu, juga ada desa terdampak meski tidak seluruhnya tenggelam sehingga perlu penataan.

Desa itu adalah Glagaharum, Pamotan, Wunut, Kalitengah, Gempolsari, Kedung Cangkring, dan Pejarakan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved