Breaking News:

Berita Surabaya

Bantu Pembangunan RS NU di Pasuruan, Partai Gerindra Sumbang Rp 50 Juta

Partai Gerindra di Jawa Timur mendukung sepenuhnya rencana pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa DPD Gerindra Jatim
Plt Ketua DPD Gerindra Jatim bersama jajaran pengurus Gerindra Pasuruan saat memberikan bantuan untuk pembangunan RS NU 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Partai Gerindra di Jawa Timur mendukung sepenuhnya rencana pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pasuruan.

Dukungan itu, di antaranya dengan memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 50 juta.

Secara simbolik bantuan tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad kepada NU Pasuruan dihadapan para kiai dalam acara halal bihalal Gerindra Pasuruan, Rabu (9/6/2021).

"PCNU Kabupaten Pasuruan berencana akan membangun Rumah Sakit NU di Kabupaten Pasuruan, kita ingin berpartisipasi menyumbang untuk dana awal," kata Anwar Sadad saat dikonfirmasi dari Surabaya, Jumat (11/6/2021).

Menurut Sadad, sumbangan itu juga merupakan bentuk kepedulian dari partainya terutama kader yang ada di Kabupaten Pasuruan.

Sebab, antara kader Gerindra dengan Nahdlatul Ulama memiliki kaitan yang sangat erat.

Terlebih di Pasuruan, kader Gerindra dengan kalangan NU memiliki ikatan historis maupun sosiologis.

Hubungan itu harus terus dijaga, tidak boleh melupakan kalangan kiai NU.

"Karena hampir semua anggota Partai Gerindra kabupaten Pasuruan itu adalah kader Nahdlatul Ulama," tambah Sadad yang diketahui juga merupakan kader NU.

Dalam kesempatan itu, Anwar Sadad yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim itu terus meminta para kader terutama yang duduk di kursi legislatif setempat untuk terus memantapkan tugas mereka dengan baik.

Landasan dalam menjalankan amanah itu harus dijaga betul, semua untuk kepentingan masyarakat.

Sehingga, mereka para kader Gerindra di Pasuruan itu, diantaranya harus terus menggandeng para kiai dan ulama dalam menampung aspirasi masyarakat.

Apalagi, kiai dan ulama banyak menjadi jujugan warga dalam menyampaikan banyak hal.

"Dalam pandangan kita sebagai santri, bahwa berpolitik itu harus menjaga urusan keumatan, bukan urusan pribadi. Kita dipilih untuk memikirkan nasib orang banyak untuk kepentingan masyarakat luas," ujar Anwar Sadad.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved