Breaking News:

Berita Blitar

Jalur Maut Blitar Kembali Memakan Korban, Truk Tebu Terjun ke Sungai; Sopir Lemas Tertimbun Muatan

ini menjadi kecelakaan ketiga dalam sepekan terakhir dijalur yang sama dan semuanya adanya truk tebu

surya/imam taufiq
Kondisi truk gandeng yang jatuh terbalik di sungai di jalan raya Kecamatan Kesamben-Kecamatan Selorejo, tepatnya di Jembatan Kali Tuwuh, Desa Babadan, Kecamatan Kesamben, Blitar, Jumat (11/6/2021). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Belum lama terjadi kecelakaan truk pengangkut tebu, jalur Blitar-Malang tepatnya antara Kecamatan Selorejo sampai Kecamatan Kesamben kembali memakan korban. Lagi-lagi sebuah truk gandeng bermuatan tebu 48 ton terbalik dan terjun ke dalam sungai sedalam 8 meter, Kamis (11/6/2021), mengakibatkan sopir truk terjebak di kabin kemudi di bawah reruntuhan muatan tebu.

Bahkan warga memerlukan waktu sekitar 35 menit untuk menyelamatkan sopir truk bernopol N 8246 UG. Karena terjebak di kabin kemudi, sopir bernama Iwan Susanto (24) itu, ditemukan lemas akibat kekurangan oksigen. Warga Kabupaten Malang itu pun segera dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit.

Kanit Laka Polres Blitar, Ipda Heri Irianto menjelaskan, ini menjadi kecelakaan ketiga dalam sepekan terakhir dijalur yang sama dan semuanya adanya truk tebu. Namun kali ini justru kian lebih parah karena tidak hanya terbalik namun truk juga tercebur ke sungai.

Kecelakaan di Jembatan Kali Tuwuh, Desa Babadan, Kecamatan Kesamben itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Tidak diketahui penyebabnya, tetapi truk itu terlebih dahulu menabrak besi pengaman jembatan sebelum masuk ke sungai.

"Kepala truk jatuh dan terbalik, setelah itu bak gandengnya menyusul dari atas. Jadi dari atas jembatan kelihatan body truk saling tindih. Sebab posisi bak gandengnya terbalik dengan ban di atas, kemudian menimpa bodi depan truk, " kata Heri.

Karena bak gandeng terbalik maka muatannya pun tumpah dan menimpa kepala truk. Akibatnya Iwan terjebak di ruang kemudi. "Untungnya warga bersama petugas cepat datang sehingga bisa segera mengambil tindakan. Meski sulit, kami berusaha dengan cepat menolongnya," paparnya.

Untuk mengeluarkan sopir dari ruang kemudi, warga harus membersihkan tebu yang tumpah itu. Begitu berhasil membersihkan tumpahan tebu yang menutupi pintu, warga membuka paksa pintu truk.

Akhirnya pintu sebelah kanan berhasil dibuka paksa dan sopirnya dikeluarkan. Namun saat itu kondisinya lemas seperti pingsan. "Karena terjebak di ruang kemudi, apalagi sempat terbentur-bentur pasti kondisinya lemas. Sopir truk juga mengalami patah tulang kedua kakinya," ungkap Heri.

Penyebab kecelakaan belum bisa dipastikan karena sopir truk belum bisa dimintai keterangan. Tetapi informasinya, truk itu mengangkut tebu dari Kediri menuju pabrik gula Kebonagung di Kabupaten Malang.

Dugaan sementara, sopir tak bisa mengendalikan laju truk saat melewati jalan menurun di Kecamatan Kesamben yang juga menikung tajam. "Memang jalannya menurun dan menikung sebelum sampai di jembatan. Sehingga kalau tidak biasa lewat jembatan ini, sopir akan panik," paparnya.

Selama ini sering terjadi kecelakaan di jembatan Kali Tuwuh, terutama sopir truk yang baru sekali dua kali lewat TKP. Sebab jalan raya dari arah Barat (Kota Blitar) itu menurun sebelum mendekati jembatan. Setelah menurun, ada belokan ke kiri yang amat tajam lalu berbelok ke kanan untuk sampai di ujung jembatan sebelah Barat.

"Saat melewati jalan dengan medan seperti itu, truk langsung menabrak besi pagar pengaman jembatan, di sisi Utara atau kiri jembatan," ungkapnya.

Setelah menabrak besi pagar pengaman jembatan, truk langsung terjun ke sungai. Tak lama berselang, bodi belakang truk gandeng tersebut menabrak besi pengamanan jembatan sebelah Timur.

Akibatnya, besi pagar pengamanan jembatan sepanjang 30 meter rusak total. Begitu bodi truk gandeng itu terpelanting dari atas jembatan, langsung menimpa kepala truk di bawahnya.

"Meski kecelakaannya seperti itu namun tidak ada kemacetan di TKP. Sebab truk bukan terbalik di atas jembatan melainkan di bawah jembatan atau sungai," pungkasnya. ***

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved