Breaking News:

Bangkalan Darurat Covid

Tidak Ada Puskesmas Di-Lockdown, Tetapi Waspadai Ganasnya Varian Baru Covid-19 di Bangkalan

Sekarang tidak satupun lockdown puskesmas di Bangkalan. Tiga puskesmas sudah kembali memberikan pelayanan.

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Sudiyo (mengenakan batik merah) mengunjunngi sejumlah puskesmas di kawasan terdampak darurat Covid-19 bersama unsur TNI/Polri, Kamis (10/6/2021) 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan mendapatkan suntikan tenaga kesehatan (nakes) dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Jawa Timur, Kesehatan Kodam (Kedam)/V Brawijaya, dan Dinkes Kabupaten Bangkalan sendiri.

Hal itu sebagai upaya Dinkes Bangkalan agar tetap memberikan pelayanan terhadap masyarakat di tengah lonjakan kasus Covid-19 dengan episentrum Kecamatan Arosbaya dan melebar ke Kecamatan Kota, Arosbaya, dan Kecamatan Geger.

Imbasnya, pelayanan di Puskemas Arosbaya, Geger, dan Klampis sempat ditutup. Sementara karena banyak nakes kelelahan hingga terpapar Covid-19 sehingga harus ada upaya mencegah Covid-19 meluas.

“Sekarang tidak satupun lockdown puskesmas di Bangkalan. Tiga puskesmas sudah kembali memberikan pelayanan. Dropping tenaga medis kami siagakan dari Bidokkes dan Kesdam/V Brawijaya,” ungkap Kepala Dinkes Bangkalan, Sudiyo, Kamis (10/6/2021).

Update hasil pemeriksaan terhadap para nakes puskesmas jajaran disampaikan Sudiyo usai gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Covid-19 di Pendapa Agung, Selasa (8/6/2021). Ia mencatat ada 50 kasus positif terkonfirmasi dan 26 tenaga kesehatan dari RSUD Syamrabu.

Total sebanyak 76 nakes positif terkonfirmasi. Termasuk dokter, bidan, dan perawat yang meninggal, namun beberapa lainnya dinyatakan telah sembuh.

Sedangkan kegiatan pemeriksaan dengan mobil PCR di Kecamatan Arosbaya yang menjadi episntrum utama lonjakan kasus Covid-19, mendapatkan 70 kasus OTG dari 161 orang yang diperiksa.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Bangkalan, Rizkiyah Nuni Wahyuni mengungkapkan, gelar rapid test antigen dan Swab PCR melalui dua unit mobil PCR milik Pemprov Jatim dalam dua hari terakhir melakukan testing dan tracing di Kecamatan Arosbaya sebagai episentrum lonjakan kasus Covid-19.

“Kami di daerah (Bangkalan) memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakat Bangkalan yang agak sulit menerapkan prokes. Terutama di desa-desa seperti di Arosbaya,Tongguh, dan di Geger,” ungkap Nuni.

Ia memaparkan, sejak pandemi Covid-19 melanda Bangkalan pada Maret 2020, total positif terkonfirmasi sejumlah 1.979 orang, sembuh 1.521 orang, meninggal sebanyak 192, dan kasus positif aktif 266 kasus.

“Lonjakan kasus sepekan lalu di Arosbaya dari klaster keluarga, para pekerja migran yang datang. Hasil analisa sementara dari pemeriksaan Swab PCR oleh dari Kementerian Kesehatan, ada dugaan varian baru dari Inggris. Lebih ganas karena penularannya lebih cepat, namun kami masih menunggu keterangan resmi dari yang berwenang,” pungkasnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved