Breaking News:

Berita Sidoarjo

Lampu Hijau Penggabungan Kelurahan Korban Lumpur Lapimdo di Kabupaten Sidoarjo

Rencana itu sudah mendapat persetujuan dari DPRD Sidoarjo, sehingga penggabungan sejumlah itu bisa segera direalisasikan.

Dokumentasi SURYA.co.id
Pengunjung memanfaatkan kawasan lumpur Lapindo sebagai obyek foto sebelum pandemi covid-19. 

SURYA.CO.ID, SIDOARJOPemkab Sidoarjo mendapat lampu hijau terkait rencana penggabungan sejumlah kelurahan korban lumpur lapindo di Kabupaten Sidoarjo.

Rencana itu sudah mendapat persetujuan dari DPRD Sidoarjo, sehingga penggabungan sejumlah itu bisa segera direalisasikan.

Menurut Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi, ada tiga kelurahan yang akan digabung.

Yakni Kelurahan Mindi yang akan digabungkan dengan Kelurahan Porong, kemudian Kelurahan Siring dan Jatirejo yang bakal digabung dengan Kelurahan Gedang.

Di tiga kelurahan yang dimaksud, selama terbilang sangat sedikit penduduknya, bahkan nyaris tidak ada.

Karena kawasan itu sudah terendam lumpur, sehingga penghuninya pindah ke wilayah lain, beberapa tahun belakangan.

Baca juga: Update Virus Corona di Surabaya 10 Juni 2021: Naik 30 dan Jadwal Berakhirnya Penyekatan Suramadu

“Sudah selayaknya penggabungan ini dilakukan. Apalagi terkait rencana penggabungan ini, Pemkab Sidoarjo juga sudah mendapat pelimpahan dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri),” kata Subandi usai menghadiri Rapat Parupurna di gedung DPRD Sidoarjo, Rabu (9/6/2021).

Menurut Mantan Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo tersebut, surat dari Kemendragri sudah turun.

Sehingga Pemkab Sidoarjo tinggal menindaklanjuti apa yang disampaikan kementerian terkait rencana penggabungan wilayah tersebut.

"Sebagai langkah awal, eksekutif dan legislatif melakukan pembahasan. Kemudian akan disusun draft raperda untuk dijadikan Perda dalam upaya penggabungan wilayah tersebut,” lanjut Subandi.

Rencana itu diyakini bakal berjalan cepat. Karena dewan juga sudah setuju dengan rencana tersebut, dan selanjutnya siap melakukan pembahasan bersama untuk pembuatan Perda sebagai dasar penggabungan kelurahan dan desa.

"Terkait skema pembahasannya nanti seperti apa, tentu kami harus menunggu pengajuan raperdanya dulu dari Pemkab. Setelah itu, kami tindak lanjuti. Mungkin dengan membentuk panitia khusus (pansus) atau panitia kerja (panja) untuk membahas raperda ini,” kata Usman, Ketua DPRD Sidoarjo.

BACA BERITA SIDOARJO LAINNYA

Penulis: M Taufik
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved