Breaking News:

Berita Gresik

Bupati Gresik Sanggupi Mediasi untuk Bantu Buruh PT Newera Dapatkan Upahnya 5 Bulan

Mereka menuntut pembayaran upah sejak Januari 2021 sampai Mei 2021, juga tunjangan hari raya (THR) 2020 dan 2021.

Penulis: Sugiyono
Editor: Deddy Humana
surya/mochamad sugiyono
Ribuan buruh PT Newera Rubberindo memadati halaman kantor Pemkah Gresik untuk meminta mediasi penyerahan upah merekla yang tertunda selama 5 bulan, Kamis (10/6/2021). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Tiga kali unjuk rasa di depan perusahaan untuk memperjuangkan haknya berupa gaji yang tertunda selama lima bulan, ribuan buruh PT Newera Rubberindo Gresik sedikit lega.

Karena pada aksi keempat yang dilakukan di depan Kantor Pemkab Gresik, Kamis (10/5/2021), Bupati Gresik telah menyanggupi untuk memediasi para buruh dan perusahaan.

Para buruh dari pabrik di Jalan Mayjend, Sungkono, Kecamatan Kebomas itu bisa sedikit berharap karena selama lima bulan upah mereka tertunda. Mereka menuntut pembayaran upah sejak Januari 2021 sampai Mei 2021, juga tunjangan hari raya (THR) 2020 dan 2021.

"Tadi Kadisnaker dan asisten Bupati menemui kita. Dan berjanji akan menyampaikan kepada Bupati Gresik untuk mediasi besok setelah shalat Jumat," kata Ahmad Agus Majidi, Ketua Pengurus Unit Kerja (PUK) Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Minyak Gas Bumi dan Umum (FSPKEP-KSPI) PT Newera Rubberindo.

Untuk rencana mediasi dengan Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), massa akan kembali datang ke Kantor Pemkab Gresik, Jumat (10/6/2021). "Besok setelah shalat Jumat kita bersama-sama ke kantor pemkab untuk mediasi dengan bupati," tambahnya.

Sebelumnya aksi buruh itu sudah dilakukan di depan pabrik PT Newera Rubberindo di Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kebomas, tetapi tidak ditemui perwakilan perusahaan. Kemudian, massa bergerak ke Kantor Pemkab Gresik untuk meminta Bupati Gus Yani menemui perwakilan serikat pekerja.

Unjuk rasa itu membuat kemacetan di Jalan Mayjend Sungkono dan Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo. Akibatnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Setelah mendapat penjelasan kadisnakes, massa meninggalkan kantor Pemkab Gresik dengan tertib dan pengawalan ketat aparat Kepolisian Polres Gresik. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved