Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Bertemu Wamendag, Wagub Emil Tawarkan Solusi Konkret Implementasikan Pemanfaatan SRG Agar Optimal

Wagub Emil Dardak menawarkan dua solusi konkret dalam mengimplementasikan pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG) di Jatim agar bisa berjalan optimal

Editor: Cak Sur
Humas Pemprov Jatim
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak bersama Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga di Surabaya, Rabu (9/6/2021) malam. 

Disampaikan Jerry, SRG adalah sebuah konsep yang mana izinnya dikeluarkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI. Gudang-gudang di daerah yang dibangun Kemendag RI dimaksudkan agar para petani dapat menyimpan komoditas mereka.

Dengan begitu, petani tidak menjual komoditinya ketika harga sedang turun (tunda jual). Jika harga turun, otomatis petani mengalami kerugian. Kalau petani rugi sebagian masyarakat turut merasakan dampaknya.

"Petani salah satu ujung tombak untuk meningkatkan aktivitas perdagangan khususnya komoditas. Oleh karena itu, kita hadir memberikan solusi dengan cara menyimpan komoditi para petani di gudang," ucapnya.

Selain tunda jual, kata Jerrry, manfaat lain dari SRG bisa dijadikan sebagai alat pinjaman. Para petani yang menyimpan komoditinya di gudang mendapat uang pinjaman dari bank.

"Itu salah satu bentuk solusi yang saya pikir bisa dioptimalkan tentunya dengan sinergi Pemprov Jatim yang selama ini mendukung kita," pungkasnya.

Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 33 tahun 2020, setidaknya, ada 20 komoditas yang bisa di SRG kan. Yakni beras, kopi, teh, gula, gabah, garam, gambir, kakao, timah, lada, bawang merah, rumput laut, pala, kedelai, gula kristal, rotan, jagung, kopra, ikan dan ayam beku karkas.

Beberapa komoditas ini bisa disimpan dengan jangka waktu 3-6 bulan.

Tingkatkan Ekspor Porang

Meski SRG masih belum begitu optimal, Wagub Emil menyampaikan, bahwa ada salah satu komoditi di Jatim yang dapat dioptimalkan, yakni dari sektor holtikultura. Namun, kendalanya ada di qualify assurance (jaminan mutu).

"Makanya kita ingin memaksimalkan SRG. Karena tidak bisa SRG diterbitkan jika qualify assurance tidak memiliki standarisasi," jelasnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved