Breaking News:

Berita Surabaya

Ada 5 PR Besar Pendidikan yang Mendesak di Jawa Timur, Begini Solusinya Menurut Dindik

Pandemi Covid-19 telah berdampak pada seluruh aspek kehidupan, tanpa terkecuali pendidikan.

Istimewa/Tangkapan layar
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr Ir Wahid Wahyudi MT saat menjadi Narasumber Webinar 'Kesiapan Pembelajaran di Masa Pandemi', Kamis, (10/6/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pandemi Covid-19 telah berdampak pada seluruh aspek kehidupan, tanpa terkecuali pendidikan.

Situasi pandemi Covid-19 telah mengubah wajah pendidikan di Indonesia yang biasa melakukan pembelajaran di dalam kelas, kini berubah menjadi pembelajaran jarak jauh.

Menyesuaikan strategi pembelajaran tak ayal dilakukan oleh penyedia layanan pendidikan, termasuk sekolah, guru dan tenaga kependidikan guna pembelajaran bagi siswa dapat terus berlangsung.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr Ir Wahid Wahyudi MT menjelaskan, terdapat 5 Pekerjaan Rumah (PR) Besar Masalah Pendidikan di Jawa timur yang mendesak untuk segera dicari solusinya.

Pertama, percepatan capaian index pembangunan manusia Jawa timur yang saat ini masih rangking 15 Nasional dengan nilai 71,5.

"Dari pencapaian ini kontribusi Index Pendidikan paling kecil jika dibandingkan Index kesehatan dan index ekonomi. Bahkan Index Jawa timur terendah diantara provinsi lain di pulau Jawa," terang Wahyudi saat menjadi Narasumber Webinar 'Kesiapan Pembelajaran di Masa Pandemi', Kamis, (10/6/2021).

Kedua, masih tingginya kesenjangan kualitas antar daerah dan antar lembaga terutama dalam pemenuhan standar pendidikan yang ditetapkan secara nasional.

"Kondisi ini akan sangat mempengaruhi kualitas lulusan masing-masing lembaga," terangnya.

Ketiga, belum optimalnya kualitas, kuantitas, dan sebaran tenaga pendidik, termasuk juga guru.

Keempat, belum optimalnya angka partisipasi pendidikan khusus dan layanan khusus untuk anak penyandang disabilitas.

Kelima, permasalahan angka menjutkan ke perguruan tinggi masih cukup rendah.

"Bahkan lulusan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi hanya sekitar 33 persen baik ke perguruan tinggi negeri maupun swasta," ungkapnya.

Menurut Wahid, Pemprov Jatim telah menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap pembangunan pendidikan

Bahkan dalam APBD provinsi tahun 2021, Pemprov Jatim telah mengalokasikan dana 51,74 persen untuk digunakan peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Jawa Timur.

Pria alumnus Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya ini menyadari bahwa dunia pendidikan sedang menghadapi tantangan berat. Namun meski begitu ia optimis pendidikan memiliki peluang yang besar untuk terus dikembangkan.

Penulis: Zainal Arif
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved