Breaking News:

Berita Trenggalek

Target Agustus Tuntas, Disdukcapil Trenggalek Kebut Perekaman KTP-el Bagi Kelompok Rentan

Disdukcapil menargetkan 254 kelompok rentan yang ada di Trenggalek bisa terfasilitasi untuk mendapat KTP-el.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Tim jemput bola Disdukcapil Kabupaten Trenggalek merekam data untuk KTP-el di rumah kelompok rentan. 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Trenggalek tengah mengebut perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) bagi kelompok rentan.

Hingga Agustus, Disdukcapil menargetkan 254 kelompok rentan yang ada di Trenggalek bisa terfasilitasi untuk mendapat KTP-el.

Kelompok rentan yang dimaksud adalah mereka yang tergolong jompo, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), difabel, dan mereka yang sakit menahun.

Jumlah target 254 mereka yang tergolong dalam jumlah itu merupakan hasil dari pembaruan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dilaporkan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) setempat.

“Kami ada tim khusus yang kami namai Jempol Keren (Jemput Bola Layanan Kelompok Rentan) untuk menuntaskan target tersebut,” kata Kepala Disdukcapil Kabupaten Trenggalek, Suprapti, Rabu (9/6/2021).

Tim ini, kata Suprapti, mulai bergerak sekitar April untuk turun ke rumah-rumah para kelompok rentan. Mereka membawa perangkat portabel untuk perekaman KTP-el.

Setelah merekam data kelompok rentan yang dituju, mereka akan mencocokkannya dengan database yang ada di Disdukcapil.

“Apabila ternyata benar datanya belum ada. Kami akan buatkan KTP-el. Apabila belum ada NIK (Nomor Induk Kependudukan), kami buatkan juga,” ujarnya.

Setelah itu, KTP-el yang telah jadi akan dikirim ke pemerintah desa untuk diserahkan ke warga tersebut.

Suprapti mengatakan, ada beberapa kendala dalam proses perekaman jemput bola itu. Medan lokasi tujuan yang mayoritas sulit dan tersebar di beberapa daerah membuat tim kesulitan untuk menjangkau secara kilat.

Apabila di rata-rata, menurut laporan yang ia terima, tim Jempol Keren hanya bisa menyelesaikan 15 titik lokasi perekaman jemput bola setiap harinya.

“Kendala lain pada keaktifan desa. Data yang masuk saat ini baru dari 7 kecamatan. Itu pun belum semua desa masuk. Jadi ini bergantung juga pada keaktifan desa untuk mengirim data ke kami,” ujar dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved