Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Sampaikan Lebih Awal, Gubernur Khofifah Minta Warga Madura Tidak Toron di Hari Raya Idul Adha

Gubernur Khofifah mengimbau agar warga Madura, khususnya Bangkalan, tak melakukan tradisi 'toron' saat Hari Raya Idul Adha pada Juli mendatang.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Menanggapi lonjakan kasus covid-19 yang terjadi di Kabupaten Bangkalan setelah lebaran Idul Fitri, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan imbauan lebih awal agar warga Madura, khususnya Bangkalan, tak melakukan tradisi 'toron' saat Hari Raya Idul Adha pada Juli mendatang.

Pasalnya, menjadi tradisi bagi warga Madura, yang merantau di luar daerah, untuk pulang kampung atau kerap disebut 'toron' ke Madura di saat lebaran Idul Adha. Bahkan pemudik saat Idul Adha biasanya lebih besar dibandingkan pemudik saat lebaran Idul Fitri.

Untuk itu, melihat dampak mudik lebaran Idul Fitri yang menyebabkan lonjakan kasus covid-19 yang begitu parah di Bangkalan, maka Gubernur Khofifah tegas menyampaikan agar tak ada tradisi toron di Idul Adha tahun ini bagi warga Madura, khususnya Bangkalan.

"Dengan semangat pentahelix, kami ingin media ikut menyampaikan pesan kepada masyarakat terutama Bangkalan yang biasanya sederhana ada tradisi toron, hari ini mohon kembali untuk bisa menunda keinginan tradisi toron itu. Karena suasana ini tidak cukup kondusif untuk melakukan silaturahim dengan kerumunan," tegas Khofifah, Rabu (9/6/2021).

Ia menekankan, bahwa saat ini sedang terjadi peningkatan kasus covid-19 di Bangkalan. Dan Pemprov Jatim dan juga pemda setempat tengah berjuang untuk mengendalikan kasus covid-19 di sana. Sehingga partisipasi warga mazyarakat untuk beperan aktif dalam pencegahan penularan sangat diharapkan.

"Yang kami harapkan semua dalam keadaan sehat, dan kondisi ini bisa dikendalikan dengan baik. Jadi untuk tradisi-tradisi tertentu memang kita harus sabar dan menunda tidak kita lakukan pada saat itu ya teman-teman," ajak Gubernur Khofifah.

Sebagaimana diketahui, sampai saat ini Pemprov Jatim masih berupaya melakukan swab massal untuk tracing di empat kecamatan di Kabupaten Bangkalan yang menjadi sentra penularan covid-19. Yaitu di Kecamatan Bangkalan, Kecamatan Arosbaya, Kecamatan Klampis dan Kecamatan Geger. Dan ada tujuh desa yang menjadi fokus penanganan.

Sampai saat ini di akses Suramadu juga masih dilakukan tes cepat antigen pada pelintas jembatan Suramadu juga di pelabuhan Kamal.

Sedangkan sesuai analisa dari Pemkab Bangkalan, lonjakan kasus disebabkan karena terjadi klaster keluarga dari pemudik hari raya Idul Fitri. Karena di Bangkalan ini ada tradisi hari raya ketupat dimana ada kebiasan kumpul bareng keluarga dengan kemungkinan mengabaikan protokol kesehatan.

Selain itu, berdasarkan analisa yang dilakukan Pemkab Bangkalan, yang menimbulkan lonjakan tambahan kasus adalah penolakan warga Bangkalan untuk dilakukan tracing sehingga tidak bisa dilakukan deteksi dini dengan cara pemisahan dan isolasi yang cepat.

Kendala lain yang ada yaitu masyarakat tidak mau dilakukan isolasi dan tidak mau dirujuk ke rumah sakit sehingga yang dibawa ke rumah sakit sudah dalam kondisi kritis sehingga memperbesar risiko kematian.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved