Breaking News:

Klaster Covid Lamongan

Grafik Penularan Melandai, Tetapi Korban Klaster Hajatan di Lamongan Menjadi 10 Orang

Kendati grafis penularan diklaim melandai, namun korban meninggal akibat klaster hajatan di Desa Sidodowo, Kecamatan Modo itu bertambah.

Foto Istimewa BPBD Kabupaten Lamongan
Petugas BPBD melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan dan lorong Desa Sidodowo Kabupaten Lamongan, secara merata, Jumat (4/5/2021) 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Munculnya klaster penularan Covid-19 dari acara hajatan di Lamongan, memang menjadi masalah serius selain ledakan kasus di Bangkalan. Kendati grafis penularan diklaim melandai, namun korban meninggal akibat klaster hajatan di Desa Sidodowo, Kecamatan Modo itu bertambah.

Sampai Selasa (8/6/2021) lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan mencatat sudah 10 orang dari klaster itu yang meninggal.Menurut Kabag Prokopim Pemkab Lamongan, Arif Bachtiar, dari angka itu masing-masing 3 dengan status PCR positif Covid-19, 5 dengan status Rapid Antigen positif dan 2 belum diketahui apakah positif atau negatif.

"Data yang masuk sampai pukul 21.00 WIB, Selasa (8/6/2021) ada 10 warga yang meninggal dengan rincian tersebut," kata Arif.

Meski ada penambahan korban meninggal, lanjut Arif, grafik penyebaran Covid-19 di Desa Sidodowo mulai melandai. Jumlah warga yang positif dari hasil PCR yang menjalani isolasi di rumah sakit ada 14 orang, 1 orang isolasi mandiri dan sembuh 2 orang.

Warga yang positif dari hasil Rapid Test Antigen ada 9 orang dan menjalani isolasi di rumah sakit, 156 orang menjalani isolasi mandiri di rumah dan 12 orang sembuh. Total baik hasil PCR maupun Rapid Antigen, ada 204 warga. "Tetapi sampai hari ini, grafik di Sidodowo mulai melandai. Tidak seperti hari pertama atau kedua, " ungkapnya.

Dan Rabu (9/6/2021), Satgas Covid-19 Lamongan kedatangan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta dan Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto.

Kedatangan kedua petinggi Polri dan TNI di Jatim itu untuk melihat dari dekat perkembangan penanganan Covid=19 di Lamongan, terutama klaster hajatan Desa Sidodowo.

"Kami memaparkan dan melaporkan kepada Kapolda dan Pangdam V Brawijaya terkait penanganan Covid-19 di Lamongan, terutama klaster hajatan di Desa Sidodowo," kata Ketua Satgas Covid-19 Lamongan yang juga Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi.

Kepada Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya, Yuhronur melaporkan lonjakan kasus Covid-19 di Lamongan telah terkendali. Menurut Yuhronur, terkendalinya kasus Covid-19 di klaster hajatan Desa Sidodowo berkat upaya maksimal semua pihak.

"Berkat kolaborasi banyak pihak, baik pemda,T NI, Polri maupun dukungan masyarakat yang taat protokol kesehatan, " pungkasnya. ****

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved