Breaking News:

Berita Kediri

Cerdas, Warga Kediri Dapat Income Setelah Menyulap Pisang Cavendish Menjadi Selai

Hal itu juga dirasakan para pelaku UMKM di Kabupaten Kediri yang rata-rata kesulitan mengakses permodalan dan jaringan pemasaran

surya/didik mashudi
Joko Wahyu, pelaku UMKM Kota Kediri memperlihatkan hasil produksinya jajanan sale pisang dari pisang cavendish. 

SURYA.CO.ID,KEDIRI - Pisang cavendish yang beberapa tahun lalu sempat menjadi primadona karena bentuknya yang bagus, belakangan mengalami kemerosotan harga. Kelebihan produksi (overproduksi) membuat pisang cavendish murah dan kurang berharga, tetapi tidak bagi Joko Wahyu (53).

Joko yang merupakan pelaku UMKM penganan, melihat melimpahnya pisang cavendish itu sebagai peluang membuka income (pemasukan). Caranya bukan dengan menjualnya saja, tetapi dengan modifikasi.

Dengan modifikasi, Joko berupaya memberi nilai tambah pisang cavendish yaitu mengolahnya menjadi selai pisang. Warga Desa/Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri ini memanfaatkan banyaknya panen pisang cavendish di daerahnya.

"Kelebihan selai pisang cavendish ini rasanya lebih enak dibandingkan dengan selai pisang lainnya. Rasanya hampir sama dengan selai pisang raja," ungkap Joko, Rabu (9/6/2021).

Sejauh ini Joko masih belum memproduksi selai pisang ini untuk dipasarkan secara luas. Meski berbagai perizinan termasuk PIRT saat ini telah dikantongi.

"PIRT baru kami terima dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. Kendala kami untuk proses produksi adalah permodalan dan pemasaran," ungkap Joko di sela mengelola warung Keep Smile yang menyediakan menu Iwak Kali.

Beberapa produk camilan yang siap dibuat selain selai pisang cavendish adalah camilan Iwak Wader. "Meski belum mulai produksi massal, sudah lumayan mulai banyak yang pesan," jelasnya.

Joko menambahkan bahwa ia mencoba mengolah pisang cavendish karena bahan baku banyak dan harganya di pasaran juga tidak terlalu mahal. "Pisang cavendish sudah manis dan rasanya lebih enak. Untuk rasa original tidak pernah menambah gula," jelasnya.

Joko mengaku untuk memproduksi massal selai pisang masih terkendala proses pengeringan karena hanya mengandalkan panas matahari. Peralatan untuk mengeringan dengan oven belum dimiliki.

"Proses produksi sampai menjadi selai pisang cavendish butuh waktu sekitar 5 hari. Sele pisang buatan kami mampu bertahan 4-5 bulan tanpa bahan pengawet," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved