Breaking News:

Berita Bangkalan Madura

BRILink Antarkan Ibu di Bangkalan di Pulau Madura Jawa Timur Beribadah Umroh Bersama Suami

Keuntungan menjadi agen BRILink benar-benar dirasakan Ny Farida Hariyati (45), warga Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura, Ja

SURYA/Ahmad Faisol
Ny Farida (kiri) sedang melayani transaksi transfer pelanggannya di Toko Farida di Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (9/6/2021). Toko Farida merupakan salah satu unit link BRILink Bangkalan 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Keuntungan menjadi agen BRILink benar-benar dirasakan Ny Farida Hariyati (45), warga Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Penghasilan dari fee resmi di rekening penampungannya, mengantarkan Ny Farida beribadah umroh di tahun 2017

Melaksanakan ibadah umroh, apalagi bersama suaminya, Samsul Arifin belum pernah terbesit dalam benak ibu dengan tiga anak itu. Namun, kondisi perekonomian keluarga Ny Farida perlahan meningkat. Usaha BRILink yang dirintisnya sejak 2016 mampu menambah penghasilan Samsul Arifin yang bekerja sebagai sopir.

"Alahmdulillah, saya tidak menyangka bisa sejauh ini. Bahkan bisa pergi umrah bersama suami pada 2017. Sekarang ada tambahan usaha membuka SPBU mini di rumah," ungkap Ny Farida kepada Surya di kediamannya, Rabu (9/6/2021).

Sukses yang dicapai Ny Farida tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi BRILink dengan fitur Electronic Data Capture (EDC), sebagai produk baru layanan transaksi inkulif belum mampu memikat hati para nasabah dan pelanggan di awal launching pada tahun 2014.

Kendati demikian, selaku nasabah BRI sejak tahun 1992, Ny Farida tidak perlu berpikir panjang untuk menerima tawaran pihak BRI sebagai salah satu agen BRILink EDC. Ia hanya berkeyakinan bahwa menjadi agen BRILink merupakan salah satu bentuk usaha menambah pundi-pundi penghasilan keluarga.

Selain beribadah umroh, Ny Farida juga sukses mengantarkan anak pertama dan keduanya meraih gelar sarjana di Univeristas Trunojoyo Madura. Bahkan, anak keduanya sudah berprofesi sebagai guru di SMP Negeri 5 Bangkalan.

"Rata-rata fee yang terkumpul di rekening penampungan mencapai Rp 14 juta per bulan. Namun karena semakin bertambahnya agen BRILink di Desa Patereman, pendapatan mulai menurun. Tetapi alhamdulillah masih di atas angka Rp 10 juta per bulan," paparannya.

Para pelanggannya tidak hanya berasal dari Desa Patereman saja, melainkan dari beberapa desa tetangga di antaranya Desa Patenteng dan Desa Sebarih. Bahkan para pelanggan Ny Farida juga berasal dari Kecamatan Sreseh dan Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang.  

Ia mengatakan, total sales volume setiap bulan terdongkrak dengan transaksi pengiriman uang dari warga yang berada di perantauan. Mayoritas masyarakat usia produktif di Kecamatan Modung pergi merantau sebagai penjual sate di Palembang dan Bali. Beberapa warga di Kecamatan Modung sukses sebagai pelaku usaha besi tua.

Peak sales volume atau total nominal transaksi terjadi saat pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dicairkan setiap tiga bulan sekali. Total sales volume bisa menyentuh di atas 2.000 transaksi.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved