Breaking News:

Berita Surabaya

Sikap Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron Tangani Covid-19

Menurut Eri Cahyadi, kota Surabaya dan Kabupaten Bangkalan tidak bisa dipisahkan. Dalam penanganan penyebaran Covid-19 juga harus dilakukan bersama

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/Febrianto Ramadani
Menurut Eri Cahyadi, kota Surabaya dan Kabupaten Bangkalan tidak bisa dipisahkan. Dalam penanganan penyebaran Covid-19 juga harus dilakukan bersama 

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan, pihaknya saling berkoordinasi dan bahu membahu bersama Bupati Bangkalan, Abdul Latif Amin Imron, dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam menyelesaikan masalah penanganan penyebaran Covid-19.

Menurut Eri Cahyadi, kota Surabaya dan Kabupaten Bangkalan tidak bisa dipisahkan. Dalam penanganan penyebaran Covid-19 juga harus dilakukan bersama-sama. 

"Surabaya bisa membawa dampak ke Bangkalan. Madura lewat bangkalan bisa berdampak ke Surabaya. Ini tidak bisa diselesaikan sendiri, Kami sebagai pemimpin-pemimpin muda saling bahu-membahu, menyelesaikan Covid 19 di Surabaya maupun di Madura. Khususnya di Bangkalan," tuturnya, usai meninjau penyekatan di Jembatan Surabaya sisi Surabaya, Selasa (8/6/2021).

Eri menuturkan, Menkes Budi Gunadi Sadikin memberikan apresiasi atas langkah cepat yang sudah dilakukan dalam memutus mata rantai penularan Covid 19. Menurutnya, penyekatan ini dilakukan mempermudah Bupati untuk melakukan tracing.

"Orang Madura tinggal di Surabaya banyak, KTP nya Madura. Sama juga KTP Surabaya tinggal di madura. Ini tidak bisa dipisahkan, satu kesatuan. Jadi apa yang dibutuhkan Bupati, akan support penuh," ucapnya.

Bupati Bangkalan, Abdul Latif Amin Imron, menjelaskan, pasca pertemuan hari ini, ia sudah mendapatkan kunjungan dari Kepala BNPB, dan Menteri Kesehatan meninjau langsung lokasi rumah sakit dan puskesmas yang ada di di Kecamatan Bangkalan.

"Untuk itu,kami lakukan tracing di Kecamatan Bangkalan, Arosbaya, Klampis, yang menjadi epicentrum awal penyebaran Covid 19. Harapan kami kepada masyarakat jangan khawatir untuk di swab antigen atau pcr karena ini demi keselamatan sendiri dan keluarga," katanya.

Dengan cara disiplin dan patuh prokes yang harus diterapkan, lanjut Abdul Latif, Bagi yang melintas ke Surabaya, ia sudah koordinasi dengan 3 Kabupaten Madura lainnya. Agar warga yang melintas harus membawa surat kesehatan rapid antigen.

"Agar tidak terjadi kemacetan yang panjang ini. Pastinya dilakukan testing secara massal. Soal rumah sakit ada penambahan 50 kamar, total ada 144 yang saat ini sudah terisi 75 apa 78 kamar. Sehingga, kalau terjadi kekosongan, walaupun nanti ada peningkatan nanti ada rumah sakit rujukan di Dr Soetomo yang disiapkan oleh Gubernur," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved