Breaking News:

Press Release

Penerbit Basabasi Luncurkan 'Revolusi Nuklir' Cerpen-cerpen Eko Darmoko dari Masa Depan

Penerbit Basabasi Luncurkan 'Revolusi Nuklir' Cerpen-cerpen Eko Darmoko dari Masa Depan. Roda estafet penerbitan karya sastra pun terus menggelinding

Penerbit Basabasi
Revolusi Nuklir 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Tumbuh kembang sastra Indonesia terus menggeliat dipicu oleh semakin banyaknya sastrawan muda yang unjuk gigi di gelanggang penerbitan. Roda estafet penerbitan karya sastra pun terus menggelinding. Sastrawan muda melanjutkan kerja literasi para pendahulunya, serta menjaga agar kobaran api sastra Indonesia tetap menyala.

Penerbit Basabasi turut andil dalam menjaga tradisi penerbitan karya-karya sastra, khususnya dari kalangan sastrawan muda. Di pertengahan 2021 ini, ketika pandemi Covid-19 masih berkecamuk di planet Bumi, Penerbit Basabasi menelurkan buku kumpulan cerpen berjudul “Revolusi Nuklir” karya sastrawan muda asal Surabaya, Eko Darmoko.

Eko Darmoko dalam buku “Revolusi Nuklir” menyajikan 22 cerpen dengan semangat petualangan tanpa batas. Artinya, petualangan tidak melulu menjejaki wilayah geografis, pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Namun, petualangan bisa membuka peluang untuk menembus waktu ke masa depan. Makanya tak heran bila Penerbit Basabasi memberikan label ‘Cerpen-cerpen dari masa depan’ pada sampul buku “Revolusi Nuklir”.

Melalui teknik bercerita yang memikat dan renyah, Eko Darmoko menampilkan cerpen-cerpen tersebut lebih bergairah dan hidup dalam alam pikiran pembacanya. Pembaca bebas mengembara dalam rajutan kalimat yang disajikan Eko Darmoko. Benang merah dari satu cerpen ke cerpen lainnya sangat kental terasa; petualangan ilmu pengetahuan, perjalanan fisik, realisme dalam kehidupan sehari-hari, absurditas, hingga kisah cinta yang janggal menjadi adonan lengkap dalam buku ini.

“Perjalanan bukan cuma soal mendatangi sebuah tempat. Tapi bisa juga mendatangi sebuah periode waktu, bisa masa silam, bisa masa depan,” kata Eko.

Dalam tradisi penulisan karya sastra, Eko Darmoko terkesan konsisten dalam mengambil tema-tema petualangan atau pengembaraan. Pasalnya, pada buku pertamanya “Ladang Pembantaian” terbitan Pagan Press tahun 2015, Eko Darmoko juga menyajikan beragam cerpen dengan semangat petualangan. Kini, roda petualangan itu ia lanjutkan dalam buku “Revolusi Nuklir”.

“Petualangan ‘kan kodrat setiap manusia. Ia lahir, tumbuh, berkembang di masyarakat, lalu meninggal dunia, itu ‘kan sebuah petualangan,” ucap Eko saat disinggung tentang ketertarikannya terhadap tema petualangan dalam berkarya.

Saat disinggung mengapa dari 22 cerpen tersebut dipilih “Revolusi Nuklir” sebagai judul buku, Eko menjawabnya secara diplomatis. Yakni, Revolusi Nuklir dianggap sangat mewakili semangat keseluruhan cerpen. Revolusi Nuklir adalah ujung pengembaraan manusia sebagai upaya melawan kodrat.

“Selain itu, saya mengingikan judul yang terdengar aneh dan menimbulkan tanda tanya di kepala pembaca, tapi mudah diingat. Itulah alasan saya menjadikan Revolusi Nuklir sebagai judul buku ini,” papar Eko.

Pada blurb atau sampul bagian belakang buku, Eko menuliskan:

“Dalam Revolusi Nuklir saya meruntuhkan tembok yang membatasi ruang fakta dan ruang fiksi. Atau dengan narasi radikal, Revolusi Nuklir menjadi perangkat keras pemicu distorsi yang mengawinkan fakta dan fiksi. Toh selama ini orang Indonesia sudah terkontaminasi oleh benturan fakta-fiksi, misalnya imbas dari suguhan berita-berita murahan yang ditulis secara buruk demi mengejar rating.”

“Sebanyak 22 cerpen dalam buku Revolusi Nuklir bisa dibaca sebagai nubuat, renungan masa kini, dan pemugaran kenangan silam. Cerpen-cerpen tersebut hadir dalam semangat yang sama; perjalanan tanpa dibatasi geografis dan waktu. Revolusi Nuklir hadir sebagai candu yang memberikan eksplorasi tak terhingga kepada pembaca, dengan catatan, pembaca yakin bahwa cerpen bisa mencegah atau minimal menunda timbulnya kekacauan di dunia.”

INFO BUKU
Judul                  : Revolusi Nuklir
Penulis              : Eko Darmoko
Penerbit            : Basabasi
Tebal                 : 202 halaman
Tahun terbit     : 2021

Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved