Breaking News:

Berita Kediri

Antisipasi Potensi Terjadinya Gempa Bumi, BPBD Kabupaten Kediri Bentuk 48 Tim Siaga Bencana Desa

BMKG beberapa waktu lalu menginformasikan bahwa ada potensi gempa dan tsunami di sepanjang pesisir pantai selatan Jawa Timur.

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Farid Mukarrom
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kediri, Slamet Turmudi saat menunjukkan alat peringatan deteksi dini gempa bumi, Selasa (8/6/2021). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri perbanyak Tim Siaga Bencana Desa untuk antisipasi potensi terjadinya gempa bumi di wilayah pesisir pantai selatan.

Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Slamet Turmudi menjelaskan, bahwa pihaknya sudah menerima informasi rilis resmi dari BMKG (Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika) mengenai potensi adanya gempa bumi dan tsunami di wilayah pesisir pantai selatan jawa.

“Kami saat ini mengakfitkan dan perbanyak tim siaga bencana di desa untuk antisipasi bila mana terjadi bencana gempa bumi di wilayah Kabupaten Kediri,” ujar Slamet Turmudi kepada SURYA.CO.ID, Selasa (8/6/2021).

Selanjutnya, menurut Slamet, pihaknya juga memberikan aplikasi yang terhubung dengan relawan di Desa. Sehingga ketika ada bencana ini informasi segera tersampaikan dan dilakukan langkah evakuasi kepada masyarakat.

“Sebagian relawan sudah kami beri alat ini jika terjadi gempa di atas 5 skala richter maka akan langsung terhubung,” imbuhnya.

Sementara itu Kasi Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Kabupaten Kediri, Saifuddin menambahkan, bahwa rilis yang disampaikan BMKG ini sangat bagus untuk dunia pendidikan kebencanaan.

"Karena sampai sekarang di seluruh dunia ini belum ada yang mampu memprediksi kapan dan di mana terjadinya gempa bumi. Yang bisa kita lakukan adalah meneliti mengenai perubahan alam dan potensi terjadinya gempa," ungkapnya.

Saifuddin mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Kediri sudah menyiapkan 48 tim siaga bencana desa.

"Sementara ini tim ini terbanyak, masih di daerah yang rawan terjadinya bencana seperti lereng Kelud dan Wilis," jelasnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa masyarakat harus minimal mengetahui cara proteksi dini jika terjadi gempa.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved