Breaking News:

Berita Banyuwangi

Pejabat Kemenko PMK Monev PTM di Banyuwangi, Pastikan Pelaksanaan sesuai Prokes Covid-19

Pejabat Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Agus Sartono melakukan monitoring dan evaluasi proses pembelajaran tatap muka (PTM).

surya.co.id/haorrahman
Deputi Bidang Koordinasi Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama, Kemenko PMK, Agus Sartono  meninjau pelaksanaan PTM di SDN 4 Pengajuran dan SMPN 3 Banyuwangi, Senin (7/6/2021). 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Pejabat Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Sartono melakukan monitoring dan evaluasi (monev) proses pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di masa pandemi di Banyuwangi.

Deputi Bidang Koordinasi Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama ini langsung meninjau pelaksanaan PTM di SDN 4 Pengajuran dan SMPN 3 Banyuwangi.

Agus meninjau pelaksanaan di jenjang SD dan SMP sederajat didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno.

Di dua sekolah tersebut, Agus tidak hanya mengecek pelaksanaan PTM, namun juga memastikan sarana prasana penunjang sekolah tatap muka terbatas menghindari penularan covid 19 di kalangan siswa tersedia.

Seperti adanya tempat cuci tangan, hand sanitazer, posisi tempat duduk berjarak, dan memenuhi kapasitas maksimal 50 persen dari ruang kelas.

“Sejak dikeluarkanya SKB 4 menteri, banyak daerah termasuk Banyuwangi telah memulai PTM terbatas. Kami ingin melihat pelaksanaannya,” ungkap Agus saat monitoring di SDN 4 Penganjuran.

Di Kabupaten Banyuwangi sendiri, sejak pertengahan Januari 2021 telah dilakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Hingga saat ini, seluruh sekolah penyelenggara pendidikan telah melaksanakan PTM terbatas. Rinciannya PAUD/TK ada 1.200 lembaga, SD 816 sekolah, dan SMP 202 sekolah dan juga SMA sederajat.

Agus menjelaskan bahwa pembelajaran tatap muka ini sangat penting bagi anak. Sebab tatap muka dinilai sangat penting karena adanya interaksi antara guru dan siswa yang memang tidak bisa tergantikan.

“Interakasi guru dengan siswa sangat diperlukan. Untuk itu kami membolehkan PTM, namun dengan berbagai syarat yang cukup ketat untuk menghindari penularan virus corona. Kesehatan siswa dan guru tetap menjadi syarat utama," ujarnya. 

Dari hasil monitoringnya, dia menilai proses pembelajaran tatap muka terbatas di Banyuwangi telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Dia juga memuji Banyuwangi telah mensyaratkan adanya sertifikasi standart prosedur kesehatan yang dikeluarkan oleh satgas covid 19.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved