Breaking News:

Berita Bangkalan

Inilah Penyebab Covid-19 di Bangkalan Melonjak, 10 Hari 8 Orang Meninggal, Satu Orang Positif Kabur

Berikut ini penyebab kasus Covid-19 di Bangkalan, Madura melonjak. Seperti diketahui, dalam rentang 10 hari ada 48 kasus positif dan 8 orang meninggal

Editor: Iksan Fauzi
surya.co.id/firman rachmanuddin
Pengendara asal Bangkalan Madura yang terjaring penyekatan dan diswab antigen di pintu keluar Jembatan Suramadu sisi Surabaya, Senin (7/6/2021). Inilah Penyebab Covid-19 di Bangkalan Melonjak, 10 Hari 8 Orang Meninggal, Satu Orang Positif Kabur 

SURYA.co.id| JAKARTA - Berikut ini penyebab kasus Covid-19 di Bangkalan, Madura, Jawa Timur melonjak drastis. Seperti diketahui, dalam rentang 10 hari ada 48 kasus positif dan sebanyak 8 orang meninggal dunia.

Sementara itu, dalam penyekatan di jembatan Suramadu untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari Bangkalan, satu orang yang telah dinyatakan positif kabur ke arah Surabaya dan meninggalkan KTP-nya di petugas.

Penyebab melonjaknya kasus Covid-9 di Bangkalan diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi dalam konferensi pers secara virtual yang disiarkan melalui youtube Sekretariat Presiden, Senin (7/6/2021)

Di samping penyebab tersebut, artikel di bawah ini juga menguak fakta-fakta kasus Covid-19 di Bangkalan, di antaranya ada warga positif Covid-19 kabur.

Menurut Budi Gunadi Sadikin penyebab alasan melonjaknya kasus Covid-19 di Bangkalan adalah kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari luar negeri.

Data warga yang nekat kabur usai hasil swab test antigen positif covid-19.
Data warga yang nekat kabur usai hasil swab test antigen positif covid-19. (Foto Istimewa Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya)

"Kenaikan kasus secara signifikan di Madura misalnya karena banyak pekerja migran Indonesia yang pulang dari negara tetangga," ujarnya.

Menurut Budi, berdasarkan pengalaman kenaikan kasus pasca liburan sebelumnya, kenaikan kasus terjadi 5 - 7 minggu dari liburan.

"Perkiraan kita akan melihat kenaikan kasus sampai akhir bulan ini sampai awal bulan depan dengan persiapan yang kita lakukan," ucap mantan wamen BUMN ini.

Lebih jauh ia mengurai, di Bangkalan sebelumnya tempat tidur isolasi hanya terisi pasien sekitar 10 orang.

Saat ini naik dalam 1,5 minggu menjadi 70 - 80 pasien.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved