Breaking News:

Berita Blitar

Inilah Jalur Pembunuh Truk di Malang-Blitar, Truk Terguling Tumpahkan 48 Ton Tebu ke Jalanan

Penyebabnya selalu sama, setiap truk yang mengalami kecelakaan karena kegagalan pengeremen alias rem blong

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
Polisi mengamankan arus lalu lintas di lokasi tergulingnya truk gandeng bermuaran tebu di Desa/Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, Senin (7/6/2021) dini hari. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Jalur Malang-Blitar, tepatnya jalan berkelok di Desa/Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar memang layak menjadi jalur 'pembunuh' bagi truk-truk yang melintas.

Di Jalur maut itu selalu terjadi kecelakaan yang melibatkan truk, seperti Senin (7/6/2021) dini hari, kembali sebuah truk gandeng bermuatan puluhan ton tebu, juga terkapar di jalur berkelok tersebut.

Truk gandeng nopol AG 9175 UB yang dikemudikan Andreawan (25), warga Desa Banyuanyar, Kecamatan Gurah Kediri itu terseok saat berbelok ke kanan lalu ambruk. Akibatnya muatan tebu seberat 48 ton tumpah ruah memenuhi jalan di pagi buta itu.

Jalan di titik tersebut memang rawan kecelakaan karena menurun tajam lalu ada belokan ke kanan. Penyebabnya selalu sama, setiap truk yang mengalami kecelakaan karena kegagalan pengeremen alias rem blong, kemudian lajunya tak terkendali dan terguling ke kanan.

"Ini merupakan kejadian kedua, karena sepekan lalu ada truk tebu 42 ton juga terguling di jalan ini, dan penyebabnya sama yaitu rem blong dan tidak terkendali," kata seorang warga setempat.

Kejadian itu mengagetkan warga sekitar. Tetapi saat itu lalu lintas relatif sepi, sehingga saat petugas Polsek Selorejo datang, kemacetan tidak terlalu parah.

Selain itu polisi bersama warga segera melakukan pembersihan jalan dan baru pada pukul 06.00 WIB, arus lalu lintas kembali normal. "Sambil menunggu truk untuk memindahkan tebu yang tumpah ke tengah jalan, warga membersihkannya dengan cara menumpuknya dulu di pinggir jalan," kata AKP Edi Sumartono, Kapolsek Selorejo.

Menurut Edi, truk berangkat dari Kediri untuk mengirim tebu ke pabrik gula (PG) Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Dan seperti kejadian pada truk-truk sebelumnya, truk gandeng itu mendadak tak terkendali saat menuruni jalan di TKP sehingga terguling ke kanan.

"Kata sopirnya, remnya blong sehingga melaju kencang. Begitu akan melewati jalan yang menikung ke kanan atau berada di dekat sebuah penginapan, truk terguling," paparnya.

Tidak ada korban dalam kecelakaan itu, baik dari sopir maupun kendaraan lain. Karena selain terjadi saat dini hari, jalur tersebut memang masih sepi atau belum banyak kendaraan melintas.

"Sopirnya tidak sampai terluka parah, hanya lecet-lecet. Untuk saat ini, arus lalu lintas sudah mulai normal kembali," pungkasnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved