Breaking News:

Berita Bangkalan

Gubernur Khofifah Ungkap Banyak Warga Bangkalan Menolak Tes Swab Massal Gratis, Ini Alasannya

Menurut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kendala tracing tersebut adalah banyak warga Kabupaten Bangkalan menolak tes swab massal.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan kendala tracing kasus Covid-19 di Bangkalan. 

"Perkiraan kita akan melihat kenaikan kasus sampai akhir bulan ini sampai awal bulan depan dengan persiapan yang kita lakukan," ucap mantan wamen BUMN ini.

Lebih jauh ia mengurai, di Bangkalan sebelumnya tempat tidur isolasi hanya terisi pasien sekitar 10 orang.

Saat ini naik dalam 1,5 minggu menjadi 70 - 80 pasien.

Fakta-fakta Covid-19 di Bangkalan meningkat dan satu orang positif kabur ke Surabaya

Ruang transit dan karantina sementara bagi pengendara yang terdeteksi positif covid-19 dalam swab antigen, ruang ini disiapkan di gedung BPWS kaki Suramadu sisi Bangkalan, Senin (7/6/2021). (Foto Istimewa Humas Pemprov Jatim)

Berikut ini fakta-fakta terkait melonjaknya angka kasus Covid-19 di Bangkalan, Madura.

Data yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan yang disampaikan Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Bangkalan menyebutkan, sejak 25 Mei-3 Juni 2021 tercatat sebanyak 48 orang positif Covid-19.

Dari jumlah itu, ada 8 orang meninggal dunia. 

Data ini lalu diperbarui  Jumat (4/6/2021) menunjukan penambahan 5 orang positif terkonfirmasi.

Total pasien positif di Kabupaten Bangkalan sejumlah 1.750 orang.

Kecamatan Arosbaya kini kembali zona merah setelah beberapa bulan terakhir Kabupaten Bangkalan terbebas dari zona merah.

Berikut fakta-faktanya: 

1. Mikro lockdown 4 kecamatan

Polda Jatim bereaksi cepat dengan melakukan mikro lockdown di 4 kecamatan yang kasusnya tinggi.

Yakni, Kecamatan Bangkalan, Arosbaya, Klampis, Geger.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, mengatakan, kini pihaknya masih berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Polres Bangkalan. 

Penyemprotan disinfektan di empat kecamatan zona rawan juga segera dilalukan.

Serta meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan operasi yustisi di tempat keramaian, dan melakukan pembagian masker di kawasan zona rawan. 

Tak hanya itu, penanganan di perbatasan Surabaya Madura pihaknya terus melakukan giat swab antigen yang dilakukan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. 

Bagi warga Bangkalan dan Surabaya yang akan bepergian diimbau membawa surat bebas COVID-19 karena pos penyekatan diperkatat. 

"Upaya penyekatan, serta mendirikan pos penyekatan di dua sisi, pintu masuk Madura maupun Surabaya, dengan melakukan swab antigen on the spot," lanjut Nico. 

2. Satu warga positif kabur ke Surabaya

Data warga yang nekat kabur usai hasil swab test antigen positif covid-19. (Foto Istimewa Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya)

Satu warga asal Bangkalan Madura yang terjaring penyekatan di pintu keluar Jembatan Suramadu arah Surabaya, Senin (7/6/2021) pagi memilih kabur.

Warga berinisial MS (34) asal Dusun Berelek itu menghilang setelah hasil swab testnya dinyatakan positif.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum membenarkan kejadian kaburnya warga Bangkalan yang hasil swab test antigennya positif itu.

"Benar, kabur ke arah Surabaya," ujar Ganis, Senin (7/6/2021).

Tak lama setelah kabar ini, Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Eko Adi W mengonfirmasi kalau MS akhirnya ditemukan.

MS diamankan di rumahnya setelah petugas kepolisian berkoordinasi dengan satgas Covid 19 kota Surabaya dan Kabupaten Bangkalan, Madura.

"Sudah diamankan di rumahnya," kata Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Eko Adi Widodo, Senin (7/6/2021).

3. Khofifah siapkan tempat transit karantina  

Pengendara asal Bangkalan Madura yang terjaring penyekatan dan dilakukan swab test antigen di pintu keluar Jembatan Suramadu, Senin (7/6/2021) (surya/firman rachmanudin)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa ruang transit dan karantina sementara bagi pengendara atau pelintas yang terdeteksi positif covid-19 telah rampung disiapkan. 

Pasalnya, Pemprov Jatim telah mendirikan ruang transit dan karantina sementara di gedung BPWS kaki Suramadu sisi Bangkalan.

Tempat ini yang digunakan bagi mereka yang terdeteksi positif dalam swab antigen. 

"Pemprov Jatim bergerak cepat dengan mendirikan ruang transit karantina sementara di gedung BPWS kaki Suramadu Bangkalan. Fasilitas ini diperuntukkan bagi mereka yang terkonfirmasi swab antigen positif. Selanjutnya, akan dilakukan tes Swab PCR dimana jika dinyatakan positif akan langsung dirujuk ke RS Darurat Lapangan dan enam rujukan lainnya di Surabaya," kata Khofifah, Senin (7/6/2021). 

4. IGD RSUD Bangkalan buka lagi

Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan bahwa penggunaan BPWS sebagai tempat transit dan karantina ini telah mengantongi izin dari Kementerian PU. Sejak kemarin, pihaknya yelah berkoordinasi untuk penggunaan gedung ini. 

Khusus untuk RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan, Khofifah menegaskan bahwa IGD yang sempat lockdwon telah dibuka kembali.

Pemprov juga tengah mempersiapkan penambahan bed perawatan pasien covid-19 guna relaksasi rumah sakit di Bangkalan, yang kini memang angka huniannya sudah cukup tinggi. 

"Kebutuhan akan HFNC, ventilator, serta beberapa jenis obat juga langsung dikomunikasikan dengan Kementerian Kesehatan dan kita akan minta agar langsung dikirim ke Bangkalan," tegasnya. 

Tidak hanya itu, Khofifah kini juga tengah meminta kerja yang sinergis dari banyak pihak untuk melakukan persuasif pada warga Bangkalan di titik-titik episentrum penularan agar mau dilakukan tes usap. 

Pasalnya, kendala utama dalam swab masal di Bangkalan adalah kemauan dari warga Bangkalan untuk di swab, yang masih lemah. Bahkan banyak yang menolak di swab. 

"Mobil PCR test dari Pemprov Jatim sudah dikirimkan ke Kabupaten Bangkalan untuk memasifkan testing di titik-titik yang memang menjadi episentrum lonjakan kasus covid-19 di Kabupaten Bangkalan. Mohon kerjasama seluruh masyarakat. Semoga semua berjalan lancar," pungkas Khofifah. 

5. Pemain Madura United terkena penyekatan

Akibat Kabupaten Bangkalan mengalami lonjakan pasien Covid-19 secara signifikan, TNI/Polri di Kabupaten Sampang, Madura bergegas melakukan penyekatan di perempatan Jalan Raya Torjun, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, (6/6/2021) semalam.

Satu persatu pengemudi mobil ataupun pengendara sepeda motor yang melaju dari arah timur dan arah barat dilakukan pemeriksaan kartu identitas.

Bahkan, Personil gabungan juga memilih secara acak pengemudi dan penumpang untuk dilakukan tes swab antigen yang sudah disiapkan Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang dan Urkes Polres Sampang.

Ada pemandangan menarik dalam kegiatan penyekatan pengguna jalan guna antisipasi penyebaran Covid-19 tersebut.

Yakni, Asep Berlian pemain Madura United yang pada saat itu menaiki mobil dari arah Bangkalan di bawa petugas untuk dilakukan tes swab antigen.

Salah satu petugas kesehatan mengenali pemain sepakbola tersebut setelah melepaskan masker yang di pakainya.

Dengan senang hati, Asep Berlian mempersilahkan kepada tenaga kesehatan Kabupaten Sampang untuk melakukan tes swab antigen terhadap dirinya.

Setelah selesai dilakukan swab antigen, Asep Berlian mengatakan, bahwa dirinya habis dari Surabaya untuk melihat rekannya yang sedang mengalami cedera. 

Pemain Madura United tersebut juga mendukung kegiatan penyekatan pada malam itu sekaligus mendoakan semoga Covid-19 lekas berakhir.

"Tentunya saya sangat mendukung kebijakan dari Pemerintah Sampang, khusunya Madura, semoga covid-19 cepat berakhir," pungkasnya. (SURYA.co.id/Fatimatuz Zahroh/Samsul Arifin/Tribunnews.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved