Breaking News:

Berita Banyuwangi

Gerakan Belanja ke Pasar Tradisional Dipuji Bank Indonesia, Cara Jitu Pulihkan Ekonomi Lewat UMKM

Hari Belanja ke Pasar dan UMKM adalah kebijakan Bupati Ipuk untuk membantu pemulihan ekonomi lokal.

Penulis: Haorrahman | Editor: Deddy Humana
surya/haorrahman
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember Hestu Wibowo 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Bank Indonesia (BI) mengapresiasi berbagai strategi dan upaya Pemkab Banyuwangi dalam memulihkan ekonomi, terutama terkait usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya adalah program Hari Belanja ke Pasar Tradisional dan UMKM yang digagas dan secepatnya direalisasikan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember, Hestu Wibowo mengatakan, pemda memang harus berinovasi yang mengarahkan pemulihan perekonomian. Karena tidak bisa hanya mengandalkan bantuan sosial mengingat kemampuan anggaran pemerintah juga terbatas.

"Program-program yang dilakukan Banyuwangi ini melengkapi program nasional yang telah ada, yaitu dengan mendorong perekonomian sektor mikro berjalan. Apa yang dilakukan Pemkab Banyuwangi ini menumbuhkan optimisme bahwa ekonomi bisa segera pulih," kata Hestu, Senin (7/6/2021).

Hestu mengapresiasi Hari Belanja ke Pasar Tradisional dan UMKM karena bersentuhan langsung dengan sektor mikro dan melibatkan semua masyarakat Banyuwangi sendiri.

"Saya sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan Pemkab Banyuwangi. Program ini sejalan dengan program pemulihan ekonomi nasional," kata Hestu yang ikut langsung melihat gerakan Hari Belanja ke Pasar Rakyat dan UMKM, di Pasar Kalibaru, Kecamatan Kalibaru, Minggu (6/6/2021) lalu.

Hari Belanja ke Pasar dan UMKM adalah kebijakan Bupati Ipuk untuk membantu pemulihan ekonomi lokal. Gerakan ini diikuti ribuan ASN, BUMN, BUMD, swasta, dan berbagai komunitas.

Di setiap bulan "tanggal cantik", seperti 6 Juni 2021 (6/6), ribuan orang berbelanja ke pasar dan gerai UMKM. Sebelumnya, gerakan serupa digelar 4 April (4/4) dan 5 Mei (5/5).

“Jadi memang ada strategi taktis jangka pendek dan jangka menengah-panjang. Jangka pendeknya dengan secepat mungkin membuat dagangan pasar dan UMKM laku, seperti dengan Hari Belanja. Lalu jangka menengah-panjang dengan berbagai pemberdayaan,” jelas Bupati Ipuk.

Hestu mengatakan, tidak hanya ekonomi sektor formal saja yang terdampak, melainkan perekonomian sektor informal seperti pasar tradisional dan UMKM juga terdampak pandemi Covid-19. Sehingga program ini bisa dirasakan langsung oleh para pelaku usaha mikro.

"Ayo jangan hanya belanja di pasar modern. Tetapi juga belanja di pasar tradisional dan UMKM, karena omzet mereka juga turun karena pandemi, sehingga perekonomian mereka bisa segera pulih," kata Hestu.

Hestu juga mengapresiasi berbagai program pemulihan ekonomi lainnya seperti UMKM Naik Kelas, Warung Naik Kelas, bantuan alat usaha, ongkir gratis UMKM ke seluruh Indonesia, dan lainnya.

Hestu menambahkan, pemulihan ekonomi juga harus memperhatikan protokol kesehatan, seperti pembayaran non tunai yang meminimalisasi kontak langsung.

"BI mengampanyekan penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) yang juga sudah dicontohhkan oleh Ibu Ipuk dengan berbelanja ke pasar dengan sistem non-tunai. Berbelanja menggunakan QR code sehingga pedagang dan pembeli mengurangi kontak fisik. Dan praktis dan menghindari dari peredaran uang palsu," tambahnya.

Inovasi di bidang pertanian juga mendapat apresiasi dari Hestu. Yang terbaru adalah program Jagoan Tani untuk anak-anak muda agar berkiprah di bidang pertanian, dan Gerai Hastani (Gerai Indah Hasil Pertanian) yang memasarkan hasil pertanian.

"Perekonomian Banyuwangi ditopang kuat oleh sektor pertanian. Dari catatan kami, saat pandemi melanda Indonesia, ekonomi Banyuwangi baru terdampak pada triwulan tiga (2020) karena ditopang pertanian. Dengan memperkuat program-program sektor pertanian, saya optimistis ekonomi Banyuwangi segera pulih," ujar Hestu. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved