Breaking News:

Berita Banyuwangi

Disemangati Mendagri, Tradisi Berinovasi di Banyuwangi Seharusnya Bisa Ditiru Daerah Lain

Alhasil, Tito pun mengapresiasi kinerja Pemkab Banyuwangi dan menyebut Banyuwangi bisa menjadi model, menjadi best practice untuk daerah lain.

Penulis: Haorrahman | Editor: Deddy Humana
surya/haorrahman
Mendagri Tito Karnavian mengecek berbagai pelayanan publik bersama Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI – Alhasil, Tito pun mengapresiasi kinerja Pemkab Banyuwangi dan menyebut Banyuwangi bisa menjadi model, menjadi best practice untuk daerah lain. ”Banyuwangi terus berinovasi, saya sudah dengar berbagai inovasinya. Tradisi inovasi terjaga. Saya minta daerah lain meniru Banyuwangi," ujar Tito.

Tito lantas membeberkanalasan kedatangannya, yaitu untuk menjawab rasa penenasaran tentang berbagai inovasi dan keberhasilan Banyuwangi. "Jujur saya katakan, selama ini saya penasaran dengan Banyuwangi, dengan inovasi dan keberhasilannya. Jadi saya putuskan untuk datang langsung," urai Tito.

Dalam kesempatan berbincang dengan Tito, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani membeberkan sejumlah inovasi dan kinerjanya sejak dilantik 26 Februari 2021 lalu. Program-program jemput bola disampaikan Ipuk.

Di antaranya adalah bupati berkantor di desa, yang di dalamnya ikut melayani perizinan berbasis Online Single Submission (OSS) yang selama ini menjadi perhatian Tito.

“Saya sampaikan ke Pak Tito, bahwa saat berkantor di desa,kami fasilitasi dan dampingi warga untuk masuk OSS karena memang tidak semua warga melek teknologi. Dari 12 kali berkantor di desa, kami membantu menerbitkan 5.078 izin usaha mikro-kecil. OSS ini langsung terkoneksi dengan Kementerian Investasi/BKPM,” papar Ipuk.

Selain soal jemput bola perizinan usaha, berbagai inovasi dilaporkan Ipuk kepada Tito mulai jemput bola layanan kependudukan yang juga menjadi bidang otoritas Kementerian Dalam Negeri, pemulihan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM, hingga percepatan vaksinasi di mana Banyuwangi menjadi salah satu daerah penerima vaksin terbesar di Jawa Timur.

Tito pun menyemangati seluruh jajaran Banyuwangi untuk terus berinovasi. Banyuwangi juga dinilai Tito sangat kompak, di mana jajaran bekerja saling dukung satu sama lain. Artinya, sudah ada perubahan pola pikir SDM pemerintahan.

Tidak hanya pelayanan publiknya, Tito juga terkesan dengan bagaimana ruang-ruang publik di Banyuwangi ditata dengan baik.

"Desain tata ruang. Seperti bandara yang tidak terjadi semrawut. Desainnya baik, hijau, asri. Lansekapnya di sekitarnya dipertahankan alami, hamparan sawahnya dipertahankan. Itu membuat nyaman orang yang datang. Saya lihat kotanya juga bersih," jelas Tito. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved