Breaking News:

Berita Nganjuk

Agar Harga Tetap Tinggi saat Panen, Bawang Merah asal Nganjuk Siap Dilempar ke Banjarmasin

Banjarmasin siap menerima pasokan bawang merah dari Nganjuk berapapun jumlahnya dengan harga lebih menguntungkan

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Komoditi bawang merah hasil panen petani di Kabupaten Nganjuk. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk serahkan mekanisme pasar untuk komoditi harga bawang merah. Ini setelah harga bawang merah seringkali mengalami penurunan harga saat panen raya di Kabupaten Nganjuk.

Kepala Disperindag Kabupaten Nganjuk, Haris Jatmiko mengatakan, turunya harga komoditas bawang merah di pasar selalu terjadi saat panen raya. Hal itu disebabkan oleh melimpahnya stok komoditi bawang merah di pasar.

"Kondisi tersebut selalu terjadi setiap petani di Nganjuk panen bawang merah, dan kondisi itu cukup sulit diantisipasi karena harga bawang merah mengikuti harga pasar," kata Haris Jatmiko, Senin (7/6/2021).

Dijelaskan Hari Jatmiko, Pemkab Nganjuk melalui Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) terus memantau pergerakan harga bawang merah di pasar. Namun dirasa harga bawang merah yang sekarang ini masih di kisaran Rp 25.000 per KG, masih aman dan sudah memberikan keuntungan kepada petani.

"Tetapi kalau harga bawang merah sudah jatuh dibawah Rp 10.000 per KG saat panen raya, dipastikan petani mengalami kerugian akibat biaya tanam yang cukup mahal sekarang ini. Ini berupaya diwaspadai dan dipantau oleh TPID dengan mempersiapkan sejumlah solusi," ucap Haris.

Dikatakan Haris, salah satu solusi untuk menjaga agar harga bawang merah saat panen raya tidak terlalu jatuh adalah melakukan kerjasama pasar antar daerah. Di mana saat ini Pemkab Nganjuk sedang melakukan penjajakan dengan Pemkab Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

"Banjarmasin siap menerima pasokan bawang merah dari Nganjuk berapapun jumlahnya dengan harga lebih menguntungkan. Ini merupakan salah satu solusi yang kami siapkan untuk mengantisipasi penurunan harga saat panen raya nanti," ucap Haris.

Komoditi bawang merah merupakan salah satu hasil pertanian andalan Nganjuk. Hanya, dalam beberapa waktu terakhir ini harga bawang merah mengalami penurunan akibat pasar sepi setelah pandemi Covid-19.

Ke depannya, diharapkan kondisi tersebut segera membaik seiring semakin pulihnya pasar penjualan bawang merah. Baik di pasar wilayah Nganjuk maupun wilayah luar daerah.

"Tentunya dengan semakin membaiknya kondisi pasar, maka harga bawang merah hasil panen di Nganjuk bisa memberi sedikit keuntungan," tutur Haris. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved