Breaking News:

Warga Puncak Jadi Korban Keberingasan KKB Papua, Bupati Willem Wandik Ikut Berduka: Nyawa Orang Itu

Warga sipil di Kabupaten Puncak menjadi keberingasan KKB Papua baru-baru ini. Bupati Puncak Willem Wandik bereaksi

Capture ANTARA/HO/Diskominfo Kab. Puncak
Bupati Puncak Willem Wandik 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi

SURYA.co.id - Warga sipil di Kabupaten Puncak menjadi keberingasan KKB Papua baru-baru ini.

KKB Papua telah membunuh seorang tukang bangunan, keluarga kepala desa dan membakar fasilitas Bandara Aminggaru di Distrik Ilaga.

Menanggapi hal itu, Bupati Puncak Willem Wandik meminta Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dapat terbuka kepada pemerintah untuk menyelesaikan konflik yang selama ini terjadi di Papua.

Wandik sangat menyesal dan berduka atas konflik bersenjata yang selama ini terjadi hingga merenggut nyawa korban sipil maupun aparat TNI-Polri.

“Nyawa orang itu tidak bisa diambil oleh siapa pun. Itu hanya Tuhan yang punya hak,” kata Wandik di Timika, Sabtu (5/6/2021).

Teror KKB Papua di Distrik Ilaga kian beringas. Dalam sehari, Kamis (3/6/2021) mereka menembak mati warga, hingga bakar Bandara Aminggaru.
Teror KKB Papua di Distrik Ilaga kian beringas. Dalam sehari, Kamis (3/6/2021) mereka menembak mati warga, hingga bakar Bandara Aminggaru. (kompas.com/polres puncak)

Baca juga: KKB Papua Pelaku Pembakaran Bandara Aminggaru Teridentifikasi, Kelompok yang Eksis Tebar Teror

Baca juga: Siasat Cerdik Irjen Mathius D Fakhiri Tak Terpancing Aksi Brutal KKB Papua Seusai Tembak Warga Sipil

Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Minta KKB Terbuka Kepada Pemerintah, Bupati Puncak: Jangan Buat Kami Bingung'

Menurut Wandik, apabila kelompok bersenjata mempunyai keluh kesah dan harapan-harapan khusus kepada pemerintah, maka mereka diharapkan menyampaikan secara terbuka.

Karena, menurut dia, sangat disayangkan apabila Kabupaten Puncak yang kini sedang gencar melakukan pembangunan di segala bidang, tapi pada akhirnya dirusak dan dibakar.

Termasuk upaya pemerintah mendatangkan tenaga untuk bekerja membangun infrastruktur, tapi pada akhirnya harus menjadi korban.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved