Breaking News:

Virus Corona di Bangkalan

RSUD Dr Soetomo Bantu Pasokan Obat dan Mobil PCR ke Bangkalan

RSUD Dr Soetomo Surabaya sudah siap untuk membantu RSUD Syarifah Ambami Rato Embu Bangkalan untuk menangani lonjakan pasien Covid-19.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Direktur RSUD dr Soetomo Surabaya, Joni Wahyuhadi saat diwawancara di Gedung Negara Grahadi, Rabu (9/9/2020). 

Berita Surabaya
Reporter: Sulvi Sofiana
Editor: Irwan Sy

SURYA.co.id | SURABAYA - RSUD Dr Soetomo Surabaya sudah siap untuk membantu RSUD Syarifah Ambami Rato Embu Bangkalan untuk menangani lonjakan pasien Covid-19.

Apalagi, RSUD Syarifah Ambami Ratu Embu telah melakukan penutupan IGD mulai 5 hingga 8 Juni 2021 mendatang.

Direktur Utama RSUD Dr Soetomo, Dr Joni Wahyuhadi, mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan RSUD Bangkalan untuk ikut membantu penanganan pasien Covid-19.

“Jadi sama-sama bantu Bangkalan, jangan sampai ada masalah. Kita sudah koordinasi dengan RSUD Bangkalan, alat sudah disampaikan apa yang kurang insya allah dapat bantuan dari Kemenkes dan obat kami bantukan," kata Joni dikonfirmasi, Minggu (6/6/2021).

Selain itu pihaknya juga mengirim  manajemen penanganan Covid-19, termasuk mobil PCR Dr Soetomo untuk tracing.

Joni mengaku, saat ini kondisi Covid-19 di Surabaya, khususnya yang ada di RSUD Dr Soetomo masih sangat rendah. 

Di RSUD Dr Soetomo saat ini total ada 38 pasien dari 250 kapasitas yang tersedia. 

“ICU kami sekarang terisi lima pasien, ada dua pasien dari Bangkalan yang juga kita rawat di ICU dan beberapa dirawat di ruang lain. Kemudian, mekanisme sudah kami permudah, apabila ada pasien sedang berat dari Bangkalan bisa dirujuk ke Soetomo. Kami sudah punya grup khusus saling komunikasi bantu Bangkalan,” urainya.

Selain itu, ia mengatakan, akan mengambil sampel pasien dari Bangkalan untuk dilakukan whole genom sequencing untuk meneliti apakah ada varian baru atau tidak.

Sebelumnya, penutupan layanan IGD di Bangkalan ini sengaja diambil untuk melindungi tenaga kesehatan yang ada. 

Sebab, dalam beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang kemudian juga dialami oleh beberapa tenaga kesehatan hingga meninggal dunia.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved