Berita Surabaya

Pemkot Surabaya Gelar Vaksinasi Covid-19 Penghuni Rusun Romokalisari secara Serentak

Pemkot Surabaya melalui Dinas Kesehatan menggelar vaksinasi covid-19 secara serentak, terhadap para penghuni rusun, Minggu (6/6/2021).

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: irwan sy
Dinkes Surabaya
Salah satu penghuni Rusun Romokalisari, Benowo, Surabaya, sedang menerima vaksinasi Covid-19 oleh Dinkes Kota Surabaya, Minggu (6/6/2021). 

Berita Surabaya
Reporter: Febrianto Ramadani
Editor: Irwan Sy

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya melalui Dinas Kesehatan menggelar vaksinasi covid-19 secara serentak, terhadap para penghuni rusun, Minggu (6/6/2021).

Sebanyak 10.390 orang yang terdaftar mengikuti vaksinasi covid-19 di 18 rusun.

Kepala Dinkes Surabaya, Febria Rachmanita, saat meninjau langsung di Rusun Romokalisari, Benowo, Surabaya, menjelaskan, ini berawal dari temuan salah satu penghuni dengan hasil Swab PCR positif virus corona.

Sebagai upaya menghentikan penularan virus, warga rusun yang sisanya negatif, pihaknya langsung melakukan vaksin covid-19 sekalian.

"Untuk tidak terjadi penularan. Sebagai upaya, meski demikian, harus menjalankan protokol kesehatan yang kuat," ujarnya.

Feny, sapaan akrab Febria Rachmanita, menyebutkan, dari 18 rusun milik pemkot, 50 orang terpapar Covid 19.

Kemudian, data tambahan yang diterima, ada 12 pasien juga ikut tertular, sehingga ia menargetkan vaksinasi covid-19 harus selesai hari ini.

"Vaksinasi covid-19 di rusun serentak hari ini. Karena minggu depan ada lima titik vaksin massal. Selain pelayanan publik kemudian ada juga puskesmas melaksanakannya bagi masyarakat umum usia 50 tahun keatas. Melihat dari pasien yang di rumah sakit usianya adalah 52, 53, 50 tahun keatas vaksin massal," jelas Feny.

"Romokalisari sekitar 700. Dosis yang disiapkan buffer 10 persen," imbuhnya.

Disinggung soal mencanangkan vaksinasi covid-19 bagi anak, Feny mengatakan, untuk anak karena memang belum ada arahan dari Kemenkes, maka belum merencanakannya.

"Tetapi karena ada berita tetap kami melakukan pendataan melalui Dispendukcapil, usia 18 tahun ke bawah. Kami selesaikan dulu vaksin 18 tahun ke atas. Di situlah memang risiko tinggi," paparnya.

"Di Rusun Penjaringan ada 40-an yang positif. Jadi yang paling banyak penjaringan," tuntas Feny ketika ditanya jumlah pasien yang terkena Covid 19.

Sementara itu, salah satu penghuni rusun penerima vaksin covid-19, Suliswati (30), mengaku sempat deg degan dan mengalami rasa takut sebelum divaksin.

"Sampai nangis, jadi sebelum disuntik saya sarapan, sama berolahraga dulu," katanya

Meski demikian, ia sangat senang setelah disuntik, karena tidak mudah terserang penyakit tersebut.

"Harapannya semoga corona cepat hilang. Bisa beraktivitas secara normal," pungkas perempuan penghuni blok A tersebut.

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved